JAKARTA, Mevin.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya gelombang keluhan dari investor asing terkait sulitnya membangun modal dan menjalankan bisnis di Indonesia.
Keluhan tersebut datang baik dari calon investor maupun pengusaha yang sudah memiliki aset investasi di tanah air.
Dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Rabu (31/12), Purbaya menyebutkan bahwa para pelaku usaha dari Singapura dan beberapa negara lain telah mengadukan hambatan-hambatan konkret yang mereka temui di lapangan.
“Sudah banyak yang akan mengadukan dari luar negeri, Singapura dan negara-negara lain. Yang pengusahanya punya investasi di sini, beberapa sudah masuk,” ujar Purbaya.
Strategi ‘Debottlenecking’ dan Target Ekonomi 2026
Guna merespons keluhan tersebut, Pemerintah tengah menggencarkan forum debottlenecking. Forum ini dirancang untuk mengidentifikasi dan memangkas hambatan regulasi atau birokrasi yang selama ini menghambat dunia usaha secara spesifik.
Purbaya meyakini bahwa dengan konsistensi dalam mengurai masalah usaha, iklim investasi Indonesia akan membaik secara bertahap dalam jangka menengah. Langkah ini juga menjadi kunci optimistis pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
“Nanti peraturan-peraturan yang mengganggu kita akan deteksi dan kita akan perbaiki secepatnya. Jadi itu saja sudah cukup untuk tumbuh 6 persen atau lebih pada 2026,” tegas sang Bendahara Negara.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Terkait kinerja ekonomi nasional, Purbaya memaparkan data estimasi sebagai berikut:
- Tahun 2025: Pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di angka 5,2% (full year), dengan performa kuartal IV tetap solid di atas 5,5%.
- Target 2026: Dipatok pada angka 6%. Untuk mencapai target ambisius tersebut, Kemenkeu akan menjalankan dua strategi utama:
- Percepatan Belanja Fiskal: Mendorong realisasi anggaran sejak awal tahun untuk menstimulasi ekonomi.
- Sinkronisasi Kebijakan: Memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal (Kemenkeu) dan moneter (Bank Indonesia) agar berjalan searah.
“Saya mau bilang, perubahan drastis tidak mungkin terjadi secara instan, namun jika dijalankan dengan konsisten, iklim investasi akan bergerak semakin baik,” pungkasnya.***


























