Iran: “Kami Tak Ingin Perang Meluas, Tapi Siap Jika Dipaksa”

- Redaksi

Senin, 16 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan negaranya tidak ingin konfliknya dengan Israel meluas ke negara-negara tetangganya, kecuali jika situasi memaksa. Ilustrasi. (Majid Asgaripour/WANA (Kantor Berita Asia Barat) melalui REUTERS)

i

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan negaranya tidak ingin konfliknya dengan Israel meluas ke negara-negara tetangganya, kecuali jika situasi memaksa. Ilustrasi. (Majid Asgaripour/WANA (Kantor Berita Asia Barat) melalui REUTERS)

Teheran, Mevin.ID – Ketegangan antara Iran dan Israel terus membara, namun Iran menegaskan tak ingin konflik ini meluas ke negara-negara tetangga—kecuali jika situasi benar-benar memaksa.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyusul serangan Israel ke ladang gas South Pars, kawasan strategis di lepas pantai Teluk Persia yang dimiliki bersama oleh Iran dan Qatar. Ia menyebut serangan itu sebagai “agresi terang-terangan” dan sebuah kesalahan strategis besar.

“Menyeret konflik ke Teluk Persia adalah upaya yang sengaja dilakukan untuk memperluas medan perang di luar wilayah Iran,” kata Araqchi dalam pernyataan resmi, dikutip Reuters, Minggu (15/6/2025).

Dugaan Motif Politik: Nuklir dan Negosiasi

Menurut Araqchi, serangan ini bukan sekadar aksi militer, melainkan bagian dari strategi Israel untuk menggagalkan perundingan nuklir Iran-AS yang sedang berlangsung.

“Israel berusaha menyabotase proses diplomasi yang bisa membuka jalan damai,” ujar Araqchi.

Teheran sebelumnya telah menjadwalkan pengajuan proposal baru terkait aktivitas nuklirnya dalam perundingan tahap keenam bersama Amerika Serikat. Namun rencana itu mendadak dibatalkan menyusul eskalasi ketegangan dan serangan ke fasilitas energi.

Iran Curiga, AS Bungkam

Lebih lanjut, Araqchi menyatakan bahwa serangan Israel tidak mungkin terjadi tanpa dukungan AS. Ia mengungkapkan keraguan terhadap netralitas Washington yang mengaku tidak terlibat dalam agresi tersebut.

“Jika AS benar-benar ingin menunjukkan niat baiknya, maka mereka harus mengecam serangan Israel terhadap fasilitas energi dan nuklir kami,” tegasnya.

Jalur Damai atau Api Perang?

Pernyataan keras Iran menjadi isyarat bahwa krisis di Timur Tengah belum menunjukkan tanda mereda. Meski Iran menyebut responsnya bersifat defensif, eskalasi ini menunjukkan betapa cepat konflik dapat berubah menjadi bencana regional.

Saat dunia berharap diplomasi bisa menang, realitas geopolitik di kawasan Teluk menunjukkan cerita yang jauh lebih rumit.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,45 Ton Sianida, Bahan Kimia Mematikan Ilegal Asal Filipina
Strategi Chip AI Trump: Syaratkan Investasi di AS bagi Negara yang Ingin Impor Teknologi Canggih
Polisi Resmi Tahan Richard Lee, Dinilai Hambat Penyidikan dan Mangkir Demi ‘Live’ TikTok
Pemerintah Resmi Batasi Akses Platform Digital bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Efek Perang Timur Tengah: Menkeu Purbaya Buka Opsi ‘Berbagi Beban’ Kenaikan Harga BBM Subsidi
Trump Remehkan Lonjakan Harga BBM: “Menang Perang Lawan Iran Jauh Lebih Penting!”
Modus Perusahaan Keluarga: KPK Ungkap Direktur Perusahaan Pemenang Proyek Ternyata ART Bupati Fadia
Setelah Iran, Trump Bidik Kuba: “Rezim Komunis Akan Segera Jatuh!”

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:49 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,45 Ton Sianida, Bahan Kimia Mematikan Ilegal Asal Filipina

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:59 WIB

Strategi Chip AI Trump: Syaratkan Investasi di AS bagi Negara yang Ingin Impor Teknologi Canggih

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:35 WIB

Polisi Resmi Tahan Richard Lee, Dinilai Hambat Penyidikan dan Mangkir Demi ‘Live’ TikTok

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:31 WIB

Pemerintah Resmi Batasi Akses Platform Digital bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:05 WIB

Efek Perang Timur Tengah: Menkeu Purbaya Buka Opsi ‘Berbagi Beban’ Kenaikan Harga BBM Subsidi

Berita Terbaru