Jakarta, Mevin.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap masih adanya peserta BPJS Kesehatan berpenghasilan tinggi yang tercatat sebagai penerima Bantuan Iuran (PBI). Bahkan, kata Budi, ada warga dengan penghasilan Rp100 juta per bulan yang iurannya masih ditanggung pemerintah.
Temuan tersebut muncul setelah Kemenkes melakukan penyelarasan data PBI dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari proses itu, teridentifikasi bahwa sejumlah peserta berasal dari kelompok masyarakat mampu yang semestinya tidak menerima subsidi.
“Begitu kita lihat, ada juga orang itu kan desil 10. Ada juga yang dibayarin PBI-nya 0,56 persen,” ujar Budi.
Budi menjelaskan, total ada sekitar 540.000 orang masuk kategori desil 10—kelompok penghasilan tertinggi—namun masih dibiayai pemerintah. Pola serupa juga terlihat pada kelompok desil 6–10 yang tercatat sebagai penerima bantuan, padahal tidak termasuk kelompok miskin atau rentan.
“Itu kan pendapatannya Rp100 juta sebulan ke atas, ngapain juga dibayarin PBI-nya,” tegasnya.
Secara keseluruhan, jumlah peserta PBI mencapai 96,8 juta orang. Namun, dari angka tersebut, 10,84 juta peserta berada di kelompok desil 6–10 sehingga dinilai tidak tepat sasaran.
Kementerian Kesehatan menyatakan akan menggunakan DTSEN sebagai dasar pemutakhiran data untuk memastikan penerima bantuan benar-benar warga miskin dan rentan yang berhak mendapat dukungan pemerintah.***


























