Semarang, Mevin.ID – Jawa Tengah bergerak cepat menanggapi program andalan Presiden Prabowo Subianto: pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 8.603 desa dan kelurahan di 35 kabupaten/kota dinyatakan siap membentuk koperasi rakyat itu.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu saat membuka Dialog Percepatan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus di Semarang, Selasa (6/5). Menurutnya, kesiapan desa-desa ini bukan sekadar administratif, tapi juga karena akar koperasi di Jateng sudah lama tumbuh, seperti lewat warisan KUD (Koperasi Unit Desa).
“Prinsipnya, semua desa dan kelurahan sudah siap. Infrastruktur siap, niat juga siap. Ini bukan hal baru bagi kami,” ujar Luthfi dengan nada optimistis.
Program ini merupakan bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 yang menargetkan percepatan pembentukan koperasi di tingkat akar rumput. Hingga 5 Mei, sudah ada 1.066 desa/kelurahan yang menyelenggarakan musyawarah khusus, dan 2.538 desa/kelurahan lainnya telah menggelar pra-musyawarah.
Untuk mempercepat langkah, Pemprov Jateng juga telah menerbitkan dua regulasi pendukung: Surat Gubernur tentang Pendirian Koperasi Desa Merah Putih dan Surat Sekda tentang Percepatan Pembentukan.
Potensi Desa Jadi Motor Utama
Luthfi menegaskan, koperasi ini bukan sekadar wadah ekonomi, tapi alat pembangunan desa secara menyeluruh.
“Satu, koperasi ini akan kita arahkan ke potensi desa. Bisa untuk distribusi pupuk, pengentasan stunting, mengelola desa wisata, sampai penyediaan pinjaman yang sehat bagi warga,” jelasnya.
Dengan koperasi sebagai tulang punggung, Luthfi percaya kesejahteraan desa bukan hanya slogan. Ia bahkan menargetkan seluruh koperasi di Jateng bisa rampung terbentuk dalam waktu dua bulan ke depan.
Pemerintah Pusat All-Out
Dialog ini juga dihadiri jajaran pejabat tinggi nasional, termasuk Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Desa Yandri Susanto, serta para wakil menteri. Mereka kompak menyuarakan satu hal: Koperasi Merah Putih harus untung dan berdampak langsung bagi rakyat.
Selain itu, hadir pula Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, jajaran Forkopimda, kepala OPD, bupati/wali kota, dan tak kurang dari 8.567 kepala desa dan lurah se-Jawa Tengah.
Jateng kini tengah menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan ekonomi kerakyatan bisa dijalankan secara serius—dan dengan skala besar.***


























