BANDUNG, Mevin.ID – Intensitas hujan yang tinggi di awal tahun 2026 memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Berdasarkan data terbaru hingga Rabu (7/1/2026), Kabupaten Majalengka, Indramayu, dan Ciamis melaporkan kerusakan mulai dari pemukiman terendam hingga akses jalan yang terputus.
Majalengka: 100 Rumah Terendam, 400 Warga Terdampak
Kabupaten Majalengka menjadi wilayah yang cukup parah karena mengalami dua jenis bencana sekaligus, yakni banjir dan tanah longsor.
Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengonfirmasi bahwa banjir melanda Desa Kasturi, Kecamatan Cikijing. Luapan air menyebabkan ratusan hunian warga tergenang.
“Sekitar 100 rumah terendam banjir. Saat ini tercatat sekitar 400 warga terdampak oleh bencana ini,” jelas Hadi Rahmat dalam keterangannya, Rabu (7/1).
Selain banjir, tanah longsor juga dilaporkan melanda Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, yang dipicu oleh kondisi tanah yang labil akibat guyuran hujan deras.
Indramayu: 10 Hektare Lahan Tergenang
Di Kabupaten Indramayu, luapan air sungai merendam Desa Sumbon, Kecamatan Kroya. Bencana ini tidak hanya menyasar permukiman warga, tetapi juga sektor pertanian.
Setidaknya 10 hektare areal yang terdiri dari perumahan dan persawahan terendam banjir, yang mengancam produktivitas pangan lokal jika air tidak segera surut.
Ciamis: Longsor dan Cuaca Ekstrem
Situasi serupa terjadi di Kabupaten Ciamis. Tanah longsor dilaporkan menimpa Desa Bunter, Kecamatan Sukadana.
Tak hanya longsor, angin kencang atau cuaca ekstrem juga menghantam Desa Kawali, Kecamatan Kawali. Tercatat sedikitnya 14 rumah warga mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang yang menyertai hujan lebat.
Imbauan BPBD Jabar
BPBD Jawa Barat terus melakukan koordinasi dengan tim lapangan di kabupaten/kota untuk melakukan pendataan dan evakuasi jika diperlukan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di daerah aliran sungai dan lereng perbukitan, mengingat prediksi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.***


























