Jawa Barat ‘Haramkan’ Sawit: Gubernur Dedi Mulyadi Terbitkan Larangan Resmi, Sentil Kelalaian Pejabat Cirebon

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) terpantau hadir di kegiatan Rapat Paripurna Hari Ulang Tahun Kabupaten Karawang ke-392 tahun, di ruang Rapat Paripuna DPRD Karawang, Minggu (14/9/2025).

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) terpantau hadir di kegiatan Rapat Paripurna Hari Ulang Tahun Kabupaten Karawang ke-392 tahun, di ruang Rapat Paripuna DPRD Karawang, Minggu (14/9/2025).

BANDUNG, Mevin.ID  – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah ekstrem demi menyelamatkan lingkungan dengan melarang total penanaman kelapa sawit di seluruh wilayah Jawa Barat.

Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya ancaman krisis air dan bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Tanah Pasundan.

Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 187/PM.05.02.01/PEREK tentang Larangan Penanaman Kelapa Sawit di Wilayah Provinsi Jawa Barat, yang resmi berlaku sejak 29 Desember 2025.

Sentil Kepala Daerah yang “Alpa” Melapor

Dalam pertemuan di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa (30/12/2025), Dedi Mulyadi sempat menyentil koordinasi pemerintah daerah di wilayah Cirebon.

Ia mengaku kecewa karena polemik sawit di lereng Gunung Ciremai justru diketahuinya bukan dari laporan resmi perangkat desa maupun bupati setempat.

“Kalau yang di Cirebon ini, saya enggak ada yang lapor. Gubernur enggak mungkin tahu semua hal setiap waktu. Padahal, kalau kepala desa lapor kan bisa segera diselesaikan,” tegas Dedi.

Dedi mengungkapkan bahwa enam bulan lalu ia sempat menghentikan rencana ekspansi sawit di lereng Ciremai secara diam-diam melalui instruksi langsung kepada bupati. Namun, ia menyayangkan persoalan lingkungan seringkali baru disadari setelah bencana terjadi.

Jabar Tidak Cocok untuk Sawit

Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi ini menjelaskan, secara geografis Jawa Barat memiliki keterbatasan lahan dan karakteristik wilayah yang tidak sesuai untuk perkebunan sawit.

Menurutnya, sawit membutuhkan lahan yang sangat luas dan memiliki konsumsi air yang tinggi, sehingga berisiko merusak ekosistem lokal.

“Jawa Barat itu kecil, wilayahnya sempit. Sawit butuh lahan luas, enggak cocok. Kita cocoknya ditanami teh, karet, kina, atau kopi,” tuturnya.

Instruksi Penghentian dan Alih Komoditas

Melalui Surat Edaran tersebut, Pemprov Jabar secara tegas:

  • Melarang penanaman baru kelapa sawit baik oleh perorangan maupun badan usaha.
  • Menginstruksikan lahan yang sudah terlanjur ditanami sawit untuk segera dilakukan penggantian atau alih komoditas secara bertahap.
  • Meminta para Bupati dan Wali Kota untuk mengalihkan fokus pada tanaman yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan habitat lokal.

“Kalau sudah di luar peruntukan dan bukan habitatnya, ya harus diganti dengan tanaman lain,” pungkas Dedi.

Langkah berani ini diharapkan menjadi momentum bagi Jawa Barat untuk kembali ke khittahnya sebagai wilayah agraris yang berbasis pada konservasi air dan lingkungan hidup.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecam Rencana Wali Kota Bandung, FK3I: Menghilangkan Satwa di Bandung Zoo Itu Menggelikan!
Nasib Bandung Zoo, Wali Kota Farhan Kaji 3 Opsi, Termasuk Diubah Jadi Ruang Terbuka Hijau Murni
Tarumajaya Bekasi Terendam Banjir Hingga 1 Meter, Warga Nantikan Bantuan BPBD
Polda Jabar Lacak Pelaku Teror Pembunuhan Thom Haye dan Keluarga
Pemprov Jabar Ambil Alih Pembongkaran Teras Cihampelas, Wali Kota Farhan Siapkan Izin
Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH
Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional
Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:00 WIB

Kecam Rencana Wali Kota Bandung, FK3I: Menghilangkan Satwa di Bandung Zoo Itu Menggelikan!

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:50 WIB

Nasib Bandung Zoo, Wali Kota Farhan Kaji 3 Opsi, Termasuk Diubah Jadi Ruang Terbuka Hijau Murni

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:30 WIB

Polda Jabar Lacak Pelaku Teror Pembunuhan Thom Haye dan Keluarga

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:41 WIB

Pemprov Jabar Ambil Alih Pembongkaran Teras Cihampelas, Wali Kota Farhan Siapkan Izin

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:13 WIB

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH

Berita Terbaru