Jawa Barat Larang PR Tertulis: Belajar Tak Lagi Harus Dibawa Pulang?

- Redaksi

Selasa, 10 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Mevin.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat resmi menerbitkan dokumen penjelasan teknis terkait larangan pemberian pekerjaan rumah (PR) bagi siswa di seluruh jenjang SMA/SMK/SLB.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari apa yang disebut sebagai Edaran Gubernur Jawa Barat tentang Optimalisasi Pembelajaran di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Dalam surat Nomor: 14057/PK.03/SEKRE, yang diterima media pada Selasa (10/6/2025), Kadisdik Jabar Purwanto menegaskan bahwa pemberian tugas sebaiknya dioptimalkan selama jam efektif pembelajaran di sekolah, bukan dibawa ke rumah dalam bentuk tugas tertulis dari tiap mata pelajaran.

“Tugas lebih diarahkan pada kegiatan reflektif dan eksploratif, seperti proyek pembelajaran yang meningkatkan kesadaran siswa terhadap keluarga, alam, dan lingkungan sekitar,” tulis Purwanto dalam surat yang ditandatangani 5 Juni 2025.

PR Diganti Proyek, Bakat Diberi Ruang

Dengan diterapkannya edaran ini, sekolah didorong untuk memberikan ruang bagi penguatan karakter dan pengembangan minat bakat siswa di luar jam pelajaran. Siswa didorong untuk menggunakan waktu di rumah untuk hal-hal produktif: membantu orang tua, berolahraga, membaca, bermain musik, bahkan bertani atau berdagang.

Kebijakan ini juga mewajibkan pendamping satuan pendidikan untuk memantau dan melaporkan pelaksanaannya ke kepala cabang dinas wilayah masing-masing. Penugasan hanya boleh diberikan maksimal 60 persen dari waktu tatap muka, khususnya bagi siswa yang belum mencapai kompetensi dasar, dan disarankan untuk diselesaikan melalui pembelajaran remedial di sekolah.

Gubernur Dedi: PR Sering Dikerjakan Orang Tua

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, saat ditemui di Gedung Pakuan, Rabu (4/6), menegaskan bahwa guru dilarang memberi PR tertulis karena sering kali justru bukan siswa yang mengerjakannya.

“Anak pulang sekolah capek, terus disuruh kerjain PR. Yang ngerjain malah orang tuanya. Buat apa? Saya ingin anak di rumah bisa baca buku dengan rileks, bantu orang tua di warung, atau main musik,” ujar Dedi.

Ia ingin mengembalikan rumah sebagai tempat tumbuh yang menyenangkan dan produktif—bukan tempat anak stres karena PR yang menumpuk.

Kontroversi: Surat Gubernur Belum Ditemukan

Meski Disdik Jabar menyebut edaran teknis ini merupakan tindak lanjut dari Edaran Gubernur Jabar Nomor: 81/PK.03/DISDIK.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan: apakah edaran tersebut sudah resmi terbit atau hanya sebatas arahan lisan dari Gubernur?

Antara Relaksasi dan Tanggung Jawab Akademik

Di tengah debat antara efektivitas PR dan beban akademik, kebijakan ini jelas membawa nuansa baru dalam pendekatan pendidikan di Indonesia. Pendekatan ini selaras dengan visi pendidikan holistik: membentuk karakter dan kemandirian, bukan hanya nilai angka semata.

Namun, tetap dibutuhkan pemantauan serius agar “bebas PR” tidak berujung pada “bebas belajar.” Pendidikan tetap membutuhkan disiplin, arahan, dan struktur—yang tak selalu harus dibawa pulang, tapi juga tak boleh ditinggalkan begitu saja.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Rumah Saya Sudah Diambil Sungai, Pak…”: Prabowo Dengarkan Jeritan Hati Pengungsi Bireuen
Prabowo Hapus Utang KUR Petani Aceh, Korban Meminta Rumah Mereka Juga Dibangun Kembali
Prabowo Tinjau Aceh untuk Kedua Kalinya, Pastikan Penanganan Bencana Dipercepat
Viral Video Diduga Kelompok Mengatasnamakan GAM Minta Jatah Bantuan, TNI Aceh Tegaskan Distribusi Harus Langsung ke Warga
Mualem Gaet Tim China untuk Lacak Jenazah Korban Banjir Aceh yang Terkubur Lumpur
Harta Djaka Budhi Utama dan Tekanan Reformasi Bea Cukai di Bawah Ancaman Purbaya
BNPB Perbaharui Data Terbaru : Korban Banjir–Longsor Sumatera Tembus 883 Jiwa
Mendagri Minta Bupati Aceh Selatan Segera Pulang dari Umrah: “Warga Sedang Butuh Pemimpin, Bukan Foto Ihram”

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 19:31 WIB

“Rumah Saya Sudah Diambil Sungai, Pak…”: Prabowo Dengarkan Jeritan Hati Pengungsi Bireuen

Minggu, 7 Desember 2025 - 19:27 WIB

Prabowo Hapus Utang KUR Petani Aceh, Korban Meminta Rumah Mereka Juga Dibangun Kembali

Minggu, 7 Desember 2025 - 19:20 WIB

Prabowo Tinjau Aceh untuk Kedua Kalinya, Pastikan Penanganan Bencana Dipercepat

Minggu, 7 Desember 2025 - 14:16 WIB

Viral Video Diduga Kelompok Mengatasnamakan GAM Minta Jatah Bantuan, TNI Aceh Tegaskan Distribusi Harus Langsung ke Warga

Minggu, 7 Desember 2025 - 13:14 WIB

Mualem Gaet Tim China untuk Lacak Jenazah Korban Banjir Aceh yang Terkubur Lumpur

Berita Terbaru