TANGERANG, Mevin.ID – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana besar di wilayah Banten. Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, dilaporkan terendam banjir hebat dengan ketinggian air mencapai 4 meter pada Jumat (23/1/2026).
Luapan Sungai Cidurian menjadi penyebab utama meluasnya genangan hingga menenggelamkan ribuan rumah.
2.884 Jiwa Terdampak, Perumahan Terendam Hingga Atap
Camat Jayanti, Yandri Permana, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang paling signifikan. Tercatat sebanyak 2.884 jiwa dari 1.054 keluarga terdampak di empat desa di wilayahnya.
Titik terparah dilaporkan berada di Perumahan Taman Cikande (RT 04/RW 03). Di lokasi ini, ketinggian air yang mencapai 4 meter membuat banyak rumah warga hanya menyisakan bagian atap saja yang terlihat.
“Kenaikan air dari Sungai Cidurian sangat drastis. Di Perumahan Taman Cikande, ada sekitar 702 keluarga yang terdampak langsung. Petugas gabungan masih terus melakukan evakuasi,” ujar Yandri.
Evakuasi Dramatis Menggunakan Rakit Bambu
Proses evakuasi berlangsung cukup menantang. Mengingat kedalaman air yang ekstrem, petugas gabungan menggunakan perahu karet dan rakit bambu untuk menjangkau warga. Prioritas evakuasi diberikan kepada:
- Balita dan anak-anak.
- Lansia.
- Masyarakat difabel.
Sebanyak 500 warga telah berhasil dipindahkan ke posko pengungsian yang berlokasi di balai warga dan masjid setempat. Pihak kecamatan juga telah mendirikan dapur umum serta posko kesehatan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban.
Kabar dari Priuk: Bocah 9 Tahun Nyaris Tenggelam
Sementara itu, di lokasi berbeda yakni di Perumahan Mutiara Pluit, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, seorang anak berumur 9 tahun bernama Onil sempat dilaporkan tenggelam saat bermain di genangan banjir.
Beruntung, aksi cepat petugas Bhabinkamtibmas dan warga berhasil menyelamatkan nyawa bocah tersebut. Onil langsung dilarikan ke RS Sari Asih Sangiang dan saat ini dilaporkan dalam kondisi sadar.
Kondisi Terkini
Hingga berita ini diturunkan, debit air di beberapa titik di Tangerang masih fluktuatif. Selain luapan Sungai Cidurian di Jayanti, Kali Cirarab di Kecamatan Priuk juga meluap dan merendam permukiman dengan ketinggian hingga 3 meter.
Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat sirine peringatan dini di beberapa aliran sungai, termasuk Sungai Cisadane, sempat berbunyi menandakan status siaga.***
Editor : Bar Bernad

























