ACEH TENGAH, Mevin.ID – Di tengah sisa-sisa lumpur yang masih basah dan udara dingin yang menyelimuti dataran tinggi Gayo, sebuah pemandangan terekam pada Minggu (28/12). Di Desa Arul Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, batas antara petugas berseragam dan warga berkaos lusuh seketika sirna.
Sebuah truk pengangkut alat perbaikan kelistrikan milik ULP PLN terjebak. Roda-rodanya yang besar tak berdaya melawan medan yang hancur pasca-bencana hidrometeorologi. Namun, mesin yang mati itu tidak menghentikan segalanya.
Puluhan warga desa keluar dari rumah-rumah mereka, bergabung dengan para petugas. Tanpa instruksi formal, mereka mencengkeram tali, menumpu kaki di tanah yang licin, dan mulai menarik. Satu komando, satu tarikan, satu tujuan: mengembalikan cahaya ke rumah mereka.
View this post on Instagram
Simbol Kebangkitan di Balik Musibah
Video momen tersebut kini menjadi viral sebagai pengingat kuat tentang apa yang disebut sebagai semangat gotong royong. Di saat 10 kabupaten di Aceh masih bergelut dengan status tanggap darurat, masyarakat Arul Badak memilih untuk tidak sekadar menunggu bantuan.
Bagi warga, truk itu bukan sekadar kendaraan operasional. Ia adalah pembawa “napas” kehidupan—listrik yang akan menghidupkan kembali pompa air, mengisi daya ponsel untuk mengabari kerabat, dan menerangi meja belajar anak-anak di malam hari.
“Melihat warga bahu-membahu menarik truk tersebut adalah bukti bahwa masyarakat kita memiliki daya lenting yang luar biasa,” ungkap salah seorang warga setempat. “Bencana mungkin merusak infrastruktur, tapi tidak dengan ikatan sosial kami.”
Memulai Hidup di Tengah Ketidakpastian
Meskipun di beberapa titik lain di Aceh bencana susulan masih mengancam, semangat dari Arul Badak mengirimkan pesan optimisme yang kuat menjelang pergantian tahun.
Penanganan bencana bukan hanya soal anggaran atau alat berat, melainkan tentang kolaborasi manusia di dalamnya.
Perjuangan menarik truk di jalur berlumpur ini menjadi metafora bagi Aceh saat ini: sebuah provinsi yang sedang menarik dirinya keluar dari jeratan bencana.
Meski perlahan, dengan tarikan yang searah dan tenaga yang disatukan, Aceh sedang melangkah menuju pemulihan.
Cahaya mungkin belum sepenuhnya benderang di seluruh pelosok, namun di Arul Badak, api semangat itu sudah menyala lebih dulu di hati warganya.***
Penulis : Bar Bernad


























