Jeritan Orang Tua Murid TK Guwa Kidul Cirebon yang Digusur demi Koperasi Merah Putih

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIREBON, Mevin.ID – Sebuah pemandangan memilukan tersaji di Desa Guwa Kidul, Cirebon. Gedung Taman Kanak-Kanak (TK) yang selama 19 tahun menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi kecil anak bangsa, kini rata dengan tanah.

Sekolah yang telah berdiri tegak sejak tahun 2007 tersebut dibongkar paksa dengan alasan lahan akan digunakan untuk pembangunan “Koperasi Desa Merah Putih”.

Insiden ini memicu gelombang protes dan tangis keputusasaan dari para guru serta orang tua siswa yang menyaksikan tempat belajar anak-anak mereka dipreteli satu per satu.

19 Tahun Pengabdian yang Berakhir Pilu

Sekolah ini bukan sekadar bangunan kayu dan bata. Sejak tahun 2007, TK di Guwa Kidul telah menjadi fondasi masa depan bagi generasi muda di desa tersebut.

Namun, pengabdian selama hampir dua dekade itu seolah tidak berarti ketika alat-alat mulai menurunkan genteng dan merobohkan dinding bangunan.

“Sangat menyesakkan dada melihat gedung sekolah kami dibongkar seperti ini. Sekolah ini sudah mendidik anak-anak sejak 2007, tapi sekarang diusir tanpa alasan yang jelas,” ujar salah satu guru dalam unggahan yang viral di media sosial.

Masa Depan vs Ekonomi: Haruskah Sekolah Dikorbankan?

Muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat: Apakah kemajuan ekonomi melalui Koperasi Merah Putih harus selalu mengorbankan tempat belajar anak-anak?

Meski pihak sekolah dan guru menyatakan keinginan untuk tetap kooperatif dengan program pemerintah, mereka menyayangkan mengapa tidak ada solusi relokasi atau perlindungan terhadap institusi pendidikan yang sudah ada.

“Anak-anak didik kami butuh tempat untuk belajar! Jangan biarkan pendidikan anak-anak Cirebon terhenti di sini hanya demi kepentingan pembangunan lain,” bunyi jeritan hati para guru di balik reruntuhan gedung.

Mengetuk Hati Prabowo dan Kang Dedi Mulyadi

Melalui unggahan tersebut, pihak sekolah dan masyarakat Desa Guwa Kidul melayangkan permohonan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto dan tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar turun tangan memberikan keadilan.

“Pak @prabowo, Kang @deddymulyadi71, mohon dengar jeritan hati kami. Anak-anak Indonesia butuh sekolah, bukan sekadar janji di atas puing-puing bangunan,” tulis mereka dalam sebuah pesan terbuka.

Pendidikan Adalah Hak Dasar

Melihat puing-puing bangunan yang tersisa, masyarakat berharap agar pemerintah daerah maupun pusat segera memberikan atensi.

Pendidikan adalah hak dasar yang dijamin undang-undang, dan penggusuran tanpa solusi bagi siswa TK di Guwa Kidul dinilai sebagai langkah mundur bagi kualitas pendidikan di daerah.

Kini, para guru dan orang tua hanya bisa berharap agar suara mereka terdengar hingga ke istana, sehingga mimpi anak-anak di Desa Guwa Kidul tidak terkubur bersama puing-puing sekolah mereka.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai
Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 
Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis
Menelusuri Jejak Keadilan bagi Watirih, PMI yang Dibuang di Samping Tempat Sampah Saudi
Pererat Silaturahmi, DPK Apindo Bekasi Santuni Yatim dan Penghafal Al-Qur’an Tuna Netra
Drainase Buruk, Hujan Deras Rendam Jalan Ciapus Tamansari: Akses Warga Calobak Terhambat
Teror dari Lubang Kakus: Saat Ular Piton 3 Meter Menjadikan Septic Tank Kos-Kosan Cikarang Sebagai Markas
Geledah Kantor KONI, Kejari Majalengka Usut Dugaan Korupsi Hibah Rp6 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:06 WIB

Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:40 WIB

Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:08 WIB

Menelusuri Jejak Keadilan bagi Watirih, PMI yang Dibuang di Samping Tempat Sampah Saudi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:28 WIB

Pererat Silaturahmi, DPK Apindo Bekasi Santuni Yatim dan Penghafal Al-Qur’an Tuna Netra

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:04 WIB

Drainase Buruk, Hujan Deras Rendam Jalan Ciapus Tamansari: Akses Warga Calobak Terhambat

Berita Terbaru