Jika Tanpa Subsidi, Harga Jual Eceran untuk LPG 3 kg Rp42.750 per tabung

- Redaksi

Rabu, 8 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gas Elpiji 3 Kilogram untuk Rakyat Miskin (Foto: Istimewa)

Gas Elpiji 3 Kilogram untuk Rakyat Miskin (Foto: Istimewa)

Jakarta, Mevin.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan pentingnya peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam memberikan subsidi dan kompensasi bagi masyarakat. Subsidi ini dirancang untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga, dan mendukung perekonomian nasional di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan.

“Ini merupakan bentuk nyata manfaat APBN yang langsung dapat dinikmati oleh masyarakat. Melalui belanja subsidi dan kompensasi, APBN melindungi daya beli masyarakat, sehingga perekonomian kita tetap bergerak di tengah tekanan geopolitik dan situasi global yang penuh ketidakpastian,” ujar Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya, Rabu (8/1/2024).

Selama 2024, pemerintah telah mengalokasikan Rp434,3 triliun untuk subsidi dan kompensasi berbagai komoditas penting. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • LPG 3 kg: Rp80,3 triliun
  • Solar: Rp89,7 triliun
  • Pertamax: Rp56,1 triliun
  • Minyak tanah: Rp4,5 triliun
  • Listrik rumah tangga 900 VA: Rp156,4 triliun
  • Pupuk urea dan NPK: Rp47,4 triliun

Subsidi ini memungkinkan masyarakat membeli barang kebutuhan dengan harga jauh di bawah harga pasar. Sri Mulyani memberikan contoh nyata terkait LPG dan solar.

“Misalnya, harga jual eceran untuk LPG 3 kg sebesar Rp12.750 per tabung dari pangkalan resmi Pertamina ke agen penyalur. Padahal harga seharusnya adalah Rp42.750 per tabung. Contoh lainnya, masyarakat membeli solar seharga Rp6.800 per liter, sementara harga seharusnya adalah Rp11.950 per liter,” jelasnya.

Melalui subsidi, pemerintah tidak hanya menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah, tetapi juga memastikan stabilitas sosial dan ekonomi di tengah gejolak geopolitik global.

Langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meringankan beban masyarakat. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : debar

Editor : Ude

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danantara Umumkan 8 Raksasa Dunia Lolos Tender Proyek ‘Sampah Jadi Listrik’ di 4 Kota Indonesia
Utang RI Tembus Rp 9.637 Triliun, Menkeu Purbaya: Demi Menjaga Ekonomi dari Krisis
Aturan Baru! Menkeu Purbaya Wajibkan 58% Dana Desa 2026 untuk Koperasi Merah Putih
Danantara Indonesia Siapkan Rp202,4 Triliun untuk 4 Proyek Strategis di 2026
KLH Segel Pabrik Kertas PT Panca Kraft Pratama di Tangerang Akibat Pencemaran Udara
Menjelajah Galery Salapak: Etalase Mimpi UMKM Bandung, dari Seblak hingga Menembus Labuan Bajo
Transformasi Besar BUMN 2026, Danantara Targetkan Pangkas 1.043 Perusahaan Menjadi 300 Tanpa PHK
Projo Desak Percepatan “Tech-Savvy Farming” Guna Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 20:43 WIB

Danantara Umumkan 8 Raksasa Dunia Lolos Tender Proyek ‘Sampah Jadi Listrik’ di 4 Kota Indonesia

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:26 WIB

Utang RI Tembus Rp 9.637 Triliun, Menkeu Purbaya: Demi Menjaga Ekonomi dari Krisis

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:10 WIB

Aturan Baru! Menkeu Purbaya Wajibkan 58% Dana Desa 2026 untuk Koperasi Merah Putih

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:17 WIB

Danantara Indonesia Siapkan Rp202,4 Triliun untuk 4 Proyek Strategis di 2026

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:02 WIB

KLH Segel Pabrik Kertas PT Panca Kraft Pratama di Tangerang Akibat Pencemaran Udara

Berita Terbaru