Jokowi di Bloomberg New Economy Forum: Dari Infrastruktur ke Ekonomi Cerdas

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Dewan Penasihat menyampaikan pidato dalam acara Bloomberg New Economic Forum 2025 di Singapura, Jumat (21/11). (Tangkapan layar youtube Bloomberg New Economy).

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Dewan Penasihat menyampaikan pidato dalam acara Bloomberg New Economic Forum 2025 di Singapura, Jumat (21/11). (Tangkapan layar youtube Bloomberg New Economy).

Singapura, Mevin.ID – Presiden ke-7 RI Joko Widodo menyampaikan pidato di Bloomberg New Economic Forum 2025 di Singapura, Jumat (21/11). Dalam forum internasional itu,

Jokowi merangkum satu dekade perjalanan ekonomi Indonesia dan arah baru yang ia sebut sebagai intelligence economy — ekonomi berbasis data, kecerdasan, dan kesiapan manusia menghadapi era AI.

Infrastruktur: Fondasi Sebelum Bicara Ekonomi Cerdas

Jokowi mengawali pidatonya dengan refleksi: perubahan memang tak mudah, tetapi negara tak punya pilihan selain bergerak. Karena itu, selama sepuluh tahun, pemerintah fokus membangun fondasi:

  • jalan, pelabuhan, bandara
  • pembangkit listrik
  • jaringan digital, pusat data, hingga peluncuran satelit

“Infrastruktur adalah tulang punggung ekonomi cerdas,” tegas Jokowi.

Regulasi dan Ekosistem Digital

Jokowi menekankan pentingnya regulasi yang memberi ruang bagi inovasi. Ekosistem ini menurutnya memungkinkan startup seperti Gojek, Tokopedia, Halodoc, dan Traveloka tumbuh.

QRIS menjadi contoh konkret bagaimana “pedagang kaki lima di desa kecil dan perusahaan besar di Jakarta memakai sistem pembayaran yang sama”.

Hilirisasi, EV, dan Data sebagai Kapital Baru

Jokowi mengaitkan hilirisasi dan pengembangan baterai kendaraan listrik dengan arah ekonomi cerdas. Bagi Indonesia, data dan teknologi bukan sekadar tools, tapi capital baru yang menentukan daya saing nasional.

Anak muda dan UMKM, katanya, harus dibekali literasi digital, pemahaman data, coding, hingga algoritma.

AI Tidak Menghapus Pekerjaan—Justru Menciptakannya

Di hadapan forum global, Jokowi menolak narasi bahwa AI akan menghilangkan pekerjaan.

Ia percaya sebaliknya: peluang baru akan muncul, asalkan negara menyiapkan SDM.

ASEAN Bukan Lagi Pasar, Tapi Kekuatan Ekonomi Baru

Jokowi menyebut Asia Tenggara sebagai kawasan yang sedang berubah cepat.

“Unicorn berikutnya tidak harus dari Silicon Valley,” katanya. “Bisa dari Jakarta, Bangkok, Manila, atau Hanoi.”

Seruan untuk IMF, Bank Dunia, dan WTO

Dalam bagian paling politis dari pidatonya, Jokowi menyerukan agar lembaga keuangan internasional mendefinisikan ulang:

  • instrumen keuangan
  • sistem perdagangan
  • infrastruktur digital

Menurutnya, dunia membutuhkan kerangka baru agar pertumbuhan lebih merata dan inklusif.

Revolusi Humanoid dan AI di Depan Mata

Jokowi menutup pidatonya dengan prediksi dua gelombang besar:

  1. revolusi robot humanoid,
  2. revolusi AI besar-besaran dalam 5–15 tahun ke depan.

“Bersiaplah dan waspadalah,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bandara Kertajati “Sakit-sakitan”, Angkasa Pura Buka Suara Usai Disentil Dedi Mulyadi
Ekonomi Iran Runtuh, Mata Uang Rial Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah
Komisi I DPR Desak Kemlu RI Gerak Cepat Tangani Bajak Laut Penculik ABK WNI Gabon
Kisah Heroik TNI Tumpas Bajak Laut Somalia Penyandera ABK WNI Kapal MV Sinar Kudus 
Bajak Laut Culik WNI ABK di Perairan Gabon, Kemlu RI Upayakan Penyelamatan 
KPK Geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak, Buntut Kasus Suap Pajak Tambang Rp4 Miliar
KPK Periksa Anggota DPRD yang Terseret Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara
Sistem Rujukan Berjenjang Dihapus, Pasien JKN Bisa Langsung ke RS Paling Kompeten

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:41 WIB

Bandara Kertajati “Sakit-sakitan”, Angkasa Pura Buka Suara Usai Disentil Dedi Mulyadi

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:34 WIB

Ekonomi Iran Runtuh, Mata Uang Rial Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:00 WIB

Komisi I DPR Desak Kemlu RI Gerak Cepat Tangani Bajak Laut Penculik ABK WNI Gabon

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:00 WIB

Kisah Heroik TNI Tumpas Bajak Laut Somalia Penyandera ABK WNI Kapal MV Sinar Kudus 

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:13 WIB

Bajak Laut Culik WNI ABK di Perairan Gabon, Kemlu RI Upayakan Penyelamatan 

Berita Terbaru