Solo, Mevin.ID – Presiden ke-7 RI Jokowi luruskan tudingan cawe-cawe Jokowi di pemerintahan Prabowo – Gibran dalam kanal youtube Narasi Nazwa Shihab, Selasa 11/2/2025.
Seperti diketahui, momen Prabowo bertanya arti cawe-cawe itu terjadi saat menghadiri pernikahan putra politikus PAN, Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa, dengan cucu dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Tamara Kalla. Momen itu terekam dalam instagram Story Jokowi.
“Ndak itu guyonan malah guyonannya adalah pak prabowo ingin cawe cawe ke saya di solo”, kata Jokowi sambil tersenyum.
Jokowi mengatakan bahwa Pemerintahan Prabowo sudah sangat baik, berdasarkan hasil survei opini publik yang dilakukan Litbang Kompas, 4-10 Januari 2025, mayoritas masyarakat mengungkapkan apresiasi mereka terhadap kinerja pemerintahan saat ini tidak kurang dari 80,9 persen
“Presiden Prabowo sangat baik dan juga kemarin juga tercermin di apa kinerja atau approvel rating di 80,9 artinya dukungan masyarakat sangat baik dukungan parlemen juga dari DPR juga sangat besar saya kira beliau pemimpin kita saat ini sangat sangat baik”, ungkap Jokowi.
Jokowi juga mengatakan dari sisi kebijakan-kebijakan Pemerintahan Prabowo Gibran sangat baik.
“Yang berkaitan dengan makan bergizi gratis itu bagus diterima rakyat. Saya melihat ini di tingkat rakyat ya sangat bagus kemudian penghapusan hutang UMKM itu yang sangat bagus kemudian kebijakan-kebijakan yang lainnya kan diterima masyarakat sangat baik sehingga Approval ratingnya di 80,9”, katanya.
Kemudian terkait dengan beberapa menteri di Kabinet Merah Putih yang silaturahmi di kediaman Jokowi di Solo Jokowi mengungapkan itu hanya silaturahmi biasa.
“Ya silaturahmi biasa ada yang kangen karena apa, belum pernah ke rumah karena juga udah 3 bulan enggak ketemu ya “, kata Jokowi
Soal penilaian kinerja Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden, Jokowi mengatakan biarlah masyarakat yang menilai.
Terkait nasehat kepada Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden yang ditanyakan Nazwa Shihab, Jokowi mengatakan pepatah jawa kalau orang jawa bilang Ojo kemajon, karena secara konstitusi wakil itu mendampingi presiden atau membantu presiden apabila diminta. ***
Penulis : Bernade


























