Solo, Mevin.ID – Presiden ke-7 Joko Widodo menegaskan bahwa solidaritas dan gotong royong menjadi fondasi utama dalam penanganan bencana besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pesan itu ia sampaikan dalam wawancara eksklusif di kediamannya di Solo, Selasa (9/12/2025) malam.
“Solidaritas dan gotong royong adalah kekuatan besar bangsa ini,” ujar Jokowi.
Di tengah proses penanganan yang diperkirakan berlangsung panjang, Jokowi menilai kekompakan pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat adalah energi yang membuat masa-masa sulit ini bisa dilalui.
Sampai Selasa malam, BNPB mencatat 964 korban jiwa dan 264 orang hilang. Estimasi biaya pemulihan tiga provinsi terdampak mencapai Rp 51,82 triliun—dengan Aceh sebagai wilayah paling parah, mencatat lebih dari 37 ribu rumah rusak, serta kerusakan masif pada fasilitas publik dan sektor pertanian.
Sumut memerlukan setidaknya Rp 12,8 triliun untuk pemulihan awal, sementara Sumbar diperkirakan membutuhkan Rp 13,52 triliun.
Di tengah angka kerusakan yang masif, Jokowi kembali menekankan satu hal: bahwa bangsa ini selalu menemukan kekuatannya di saat terburuk—ketika warga saling menolong, bahu-membahu, tanpa menunggu instruksi.***


























