Jokowi Waswas Isu Ijazah Palsu Terus Diputar: “Ini Bisa Menimpa Siapa Saja…”

- Redaksi

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-7 Joko Widodo Ucapkan Belasungkawa Banjir Sumatera Foto : Tangkapan Layar Video Kompas.com

Presiden ke-7 Joko Widodo Ucapkan Belasungkawa Banjir Sumatera Foto : Tangkapan Layar Video Kompas.com

Jakarta, Mevin.ID — Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, akhirnya buka suara soal kegelisahannya jika isu ijazah palsu yang menyeret namanya dibiarkan terus bergulir.

Dalam wawancara eksklusif Program Khusus KompasTV, Selasa (9/12/2025) malam, Jokowi menyebut isu tersebut bukan sekadar tudingan, melainkan rangkaian operasi politik yang sudah berjalan empat tahun.

Di ruang wawancara yang tenang, Jokowi menjelaskan bahwa dampak tuduhan serupa bisa menimpa siapa saja. “Bisa ke menteri, bisa ke presiden yang lain, bisa ke gubernur, bupati, wali kota. Tuduhan asal-asalan itu bisa ke siapa pun. Tapi kalau menuduh dengan bukti, itu yang baik,” ujarnya.

“Ada Agenda Besar” di Balik Isu Ijazah

Jokowi menilai isu ijazah palsu ini digerakkan oleh kepentingan tertentu. Bukan sekadar kritik, melainkan upaya sistematis untuk merusak reputasi dirinya.

“Saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik… karena keinginan mereka untuk men-downgrade reputasi yang saya miliki,” kata Jokowi. “Meskipun saya sendiri nggak merasa punya reputasi apa-apa.”

Ketika ditanya mengapa reputasinya harus diturunkan, Jokowi hanya menjawab singkat: ada kepentingan politik yang bermain, dan itu sudah tampak dari pola serangan yang berlangsung bertahun-tahun.

Sikap Jokowi: Dibawa ke Ranah Hukum

Presiden dua periode itu memastikan bahwa persoalan ijazah palsu akan dibawanya ke pengadilan. Bukan untuk balas dendam, melainkan sebagai efek jera.

“Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, menghina, memfitnah, mencemarkan nama baik seseorang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa ijazah asli miliknya akan ia tampilkan — namun hanya di persidangan.

“Itu forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya, dari SD sampai universitas. Semuanya akan saya bawa.”

Isu Lama yang Tak Kunjung Redup

Isu ijazah palsu Jokowi sudah muncul sejak awal periode kedua pemerintahannya dan terus berulang dalam siklus politik. Meski sejumlah klarifikasi telah disampaikan berbagai institusi pendidikan, dinamika politik membuat isu tersebut tetap hidup—seringkali muncul kembali di momen-momen strategis.

Kini, Jokowi memilih menghadapi langsung lewat jalur hukum, sekaligus mengirim sinyal bahwa serangan serupa terhadap pejabat publik lain tidak boleh lagi dibiarkan tanpa konsekuensi.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Kompas.tv

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR
Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku
Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan
Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan
Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar
GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang
Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:30 WIB

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:07 WIB

Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:49 WIB

Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:48 WIB

Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:02 WIB

Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar

Berita Terbaru