Jumlah Obat Asli Indonesia Capai 17.200 yang terdaftar di Badan POM

- Redaksi

Kamis, 16 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPOM saat melakukan kunjangan ke PT Cendo di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Kamis (15/1/2025).

i

BPOM saat melakukan kunjangan ke PT Cendo di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Kamis (15/1/2025).

Bandung, Mevin.ID – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menilai industri farmasi dalam negeri memiliki potensi besar untuk mengembangkan dan memproduksi obat asli Indonesia. Seperti jamu saat ini kian populer di negara sendiri bahkan di dunia internasional.

Hal itu disampaikan Taruna Ikrar saat mengunjungi perusahaan farmasi PT Cendo di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/1/2025).

Saat ini, katanya, sudah waktunya untuk memajukan obat asli Indonesia. “Peluang untuk pengembangannya masih sangat luar biasa. Ya mudah-mudahan nanti PT Cendo juga bisa memperluas apakah itu obat-obat yang sifatnya untuk mata,” kata Taruna kepada wartawan.

Berdasarkan data Badan POM, ungkap dia, saat ini obat asli Indonesia jumlahnya ada lebih dari 17.200 yang terdaftar di Badan POM. Namun yang dikembangkan menjadi obat herbal terstandar baru 97. Sedangkan Obat Asli Indonesia yang naik jelas menjadi obat fitofarmaka setingkat obat, khususnya dari obat tradisional, baru 21 item.

Taruna melanjutkan, kebutuhan produks di bidang farmasi masih sangat tinggi. Hal itu dikarenakan perdagangan antarnegara dan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi pula. Sehingga dirinya mendorong perusahaan farmasi seperti PT Cendo ini bisa mengekspor produknya ke luar negeri.

“Saya yakin industri farmasi itu tidak akan pernah berkurang karena produknya sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Jadi harapan kami PT Cendo ini bisa saja bukan hanya di Indonesia tapi diekspor produknya, menjadi perusahaan global, menjadi industri multinasional, sehingga itu menjadi kebanggaan kita,” imbuh dia.

Apalagi menurutnya produk industri farmasi di Indonesia sesuai dengan standar dan tersertifikasi. Menurutnya Industri farmasi mesti dipastikan terjami kualitasnya dari mulai hulu hingga ke hilir.

“Saya sebagai seorang ahli farmakologi dan seorang entrepreneur global ya saya melihat kita tidak kalah dengan perusahaan-perusahaan besar yang lain seperti yang saya pernah kunjungi, Pfizer dan Moderna. Kita punya keunggulan karena spesifikasi dan spesialistiknya itu, dan saya melihat berdasarkan pengalaman saya, Cendo ini bisa go public, go internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Cendo Pharmaceutical Industries Donny Hardiana, berterima kasih atas kunjungan dan dukungan Kepala BPOM RI terhadap perkembangan perusahaannya.

“Sehingga kami bisa terus meningkatkan diri, terus berinovasi dan juga kami bisa menyampaikan apa yang kami rasa perlu didukung lebih banyak guna kami bisa melayani lebih banyak kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Donny. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Dude

Editor : Ude D. Gunadi

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gugatan Roy Suryo Kandas di MK, DPP Projo: Itu Strategi Hindari Konsekuensi Hukum, Bukan Uji Konstitusi
1.512 Unit Satuan Gizi di Jawa Kena Suspend, Insentif Jutaan Rupiah Disetop!
Anggap Permohonan Kabur, MK Tolak Gugatan Roy Suryo Terkait Pasal Ijazah Jokowi
​”Freddy Alex Damanik: Penyerangan Aktivis KontraS Bukan Kriminal Biasa, Harus Prioritas!”
Jelang Sidang Putusan Kasus YouTuber Resbob, Akankah Masyarakat Sunda Memaafkan?
Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!
Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Instruksi Langsung Presiden Prabowo, Kapolri: Usut Tuntas Kasus Air Keras Aktivis KontraS Secara Scientific

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 12:43 WIB

Gugatan Roy Suryo Kandas di MK, DPP Projo: Itu Strategi Hindari Konsekuensi Hukum, Bukan Uji Konstitusi

Senin, 16 Maret 2026 - 12:10 WIB

1.512 Unit Satuan Gizi di Jawa Kena Suspend, Insentif Jutaan Rupiah Disetop!

Senin, 16 Maret 2026 - 07:09 WIB

​”Freddy Alex Damanik: Penyerangan Aktivis KontraS Bukan Kriminal Biasa, Harus Prioritas!”

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:05 WIB

Jelang Sidang Putusan Kasus YouTuber Resbob, Akankah Masyarakat Sunda Memaafkan?

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:28 WIB

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!

Berita Terbaru