BANDUNG, Mevin.ID – Kabar segar hadir bagi para pejuang lintas kampus di Bandung! Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, S.T., M.T., secara resmi meresmikan dua halte baru di kawasan Kampus Ganesha, Senin (26/1/2026).
Kedua halte tersebut adalah Halte ITB Ganesha A (depan Klinik Pratama ITB) dan Halte ITB Ganesha B (seberang IRO ITB).
Fasilitas ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam menciptakan transportasi publik yang inklusif dan ramah mahasiswa.
Koneksi Ganesha-Jatinangor Kini Makin Sat Set!
Bagi mahasiswa yang sering melakukan mobilitas antar-kampus, hadirnya rute tambahan pada Koridor 5 (Dipatiukur-Jatinangor) yang melewati Jalan Ganesha adalah solusi yang dinanti.
Prof. Tata menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari kebutuhan nyata sivitas akademika.
“Mahasiswa yang beraktivitas di Jatinangor kini memiliki opsi transportasi tambahan yang langsung turun di titik strategis dekat area kampus,” ujarnya.
Mengapa ini penting bagi warga Bandung?
- Efisiensi Waktu: Penambahan armada membuat waktu tunggu hanya 5-10 menit.
- Keamanan & Kenyamanan: Titik pemberhentian yang lebih dekat ke pintu masuk kampus.
- Ramah Lingkungan: Mendukung pengurangan emisi karbon dengan beralih ke transportasi umum.
Tarif “Ramah Kantong” Mahasiswa: Hanya Rp2.000
Salah satu poin paling menarik adalah kebijakan tarif khusus yang sangat terjangkau. Bagi pelajar, mahasiswa, penyandang disabilitas, dan lansia, tarif Metro Jabar Trans (MJT) hanya dipatok sebesar Rp2.000 untuk sekali jalan.
Info Penting: Untuk menikmati tarif Rp2.000 ini, pengguna cukup menggunakan kartu uang elektronik dan mendaftarkan diri melalui tautan: bit.ly/pendaftaran-tarif-khusus.
Koridor 5: Jalur Paling “Sibuk” di Cekungan Bandung
Kadishub Jabar, Dhani Gumelar, mengungkapkan fakta menarik bahwa dari 1,5 juta penumpang MJT, sebanyak 30 persen terkonsentrasi di Koridor 5.
Hal ini wajar mengingat rute ini menghubungkan dua pusat pendidikan besar di Jawa Barat.
Untuk mengimbangi antusiasme tersebut, Dishub Jabar telah melakukan langkah konkret:
- Penambahan Armada: Dari 21 bus menjadi 25 bus.
- Frekuensi Perjalanan: Dari 84 menjadi 100 perjalanan per hari.
- Jam Operasional: Mulai pukul 04.30 hingga 21.10 WIB.
Dengan fasilitas halte yang lebih modern dan tertata, diharapkan tren menggunakan transportasi umum di kalangan generasi muda Bandung terus meningkat.
Bandung bukan cuma soal gaya, tapi juga soal mobilitas yang cerdas!***
Penulis : Bar Bernad
Editor : Abdilah Kurniawan


























