Kabar Gembira! Halte Baru ITB Ganesha Resmi Beroperasi: Ke Jatinangor Kini Lebih Mudah dan Cuma Rp2.000

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, S.T., M.T., secara resmi meresmikan dua halte baru di kawasan Kampus Ganesha, Senin (26/1/2026).

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, S.T., M.T., secara resmi meresmikan dua halte baru di kawasan Kampus Ganesha, Senin (26/1/2026).

BANDUNG, Mevin.ID – Kabar segar hadir bagi para pejuang lintas kampus di Bandung! Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, S.T., M.T., secara resmi meresmikan dua halte baru di kawasan Kampus Ganesha, Senin (26/1/2026).

Kedua halte tersebut adalah Halte ITB Ganesha A (depan Klinik Pratama ITB) dan Halte ITB Ganesha B (seberang IRO ITB).

Fasilitas ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam menciptakan transportasi publik yang inklusif dan ramah mahasiswa.

Koneksi Ganesha-Jatinangor Kini Makin Sat Set!

Bagi mahasiswa yang sering melakukan mobilitas antar-kampus, hadirnya rute tambahan pada Koridor 5 (Dipatiukur-Jatinangor) yang melewati Jalan Ganesha adalah solusi yang dinanti.

Prof. Tata menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari kebutuhan nyata sivitas akademika.

“Mahasiswa yang beraktivitas di Jatinangor kini memiliki opsi transportasi tambahan yang langsung turun di titik strategis dekat area kampus,” ujarnya.

Mengapa ini penting bagi warga Bandung?

  • Efisiensi Waktu: Penambahan armada membuat waktu tunggu hanya 5-10 menit.
  • Keamanan & Kenyamanan: Titik pemberhentian yang lebih dekat ke pintu masuk kampus.
  • Ramah Lingkungan: Mendukung pengurangan emisi karbon dengan beralih ke transportasi umum.

Tarif “Ramah Kantong” Mahasiswa: Hanya Rp2.000

Salah satu poin paling menarik adalah kebijakan tarif khusus yang sangat terjangkau. Bagi pelajar, mahasiswa, penyandang disabilitas, dan lansia, tarif Metro Jabar Trans (MJT) hanya dipatok sebesar Rp2.000 untuk sekali jalan.

Info Penting: Untuk menikmati tarif Rp2.000 ini, pengguna cukup menggunakan kartu uang elektronik dan mendaftarkan diri melalui tautan: bit.ly/pendaftaran-tarif-khusus.

Koridor 5: Jalur Paling “Sibuk” di Cekungan Bandung

Kadishub Jabar, Dhani Gumelar, mengungkapkan fakta menarik bahwa dari 1,5 juta penumpang MJT, sebanyak 30 persen terkonsentrasi di Koridor 5.

Hal ini wajar mengingat rute ini menghubungkan dua pusat pendidikan besar di Jawa Barat.

Untuk mengimbangi antusiasme tersebut, Dishub Jabar telah melakukan langkah konkret:

  • Penambahan Armada: Dari 21 bus menjadi 25 bus.
  • Frekuensi Perjalanan: Dari 84 menjadi 100 perjalanan per hari.
  • Jam Operasional: Mulai pukul 04.30 hingga 21.10 WIB.

Dengan fasilitas halte yang lebih modern dan tertata, diharapkan tren menggunakan transportasi umum di kalangan generasi muda Bandung terus meningkat.

Bandung bukan cuma soal gaya, tapi juga soal mobilitas yang cerdas!***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Editor : Abdilah Kurniawan

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H
Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia
Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari
Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.
Gagalkan Penjualan Orang ke Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Apresiasi Penyelamatan 11 Calon Pekerja Migran
Tok! Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Prediksi Awal Puasa Jatuh pada 19 Februari 2026
Prediksi BRIN: Awal Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda Karena Faktor Hilal Global vs Lokal
‘Tembok Ratapan Solo’ Tandai Rumah Jokowi di Google Maps: Sekedar Iseng atau Nyata?

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:00 WIB

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:42 WIB

Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:58 WIB

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:27 WIB

Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:24 WIB

Gagalkan Penjualan Orang ke Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Apresiasi Penyelamatan 11 Calon Pekerja Migran

Berita Terbaru