SRAGEN, Mevin.ID – Sebuah aksi protes unik dilakukan oleh Sunarso, Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pada Selasa (20/1/2026) pagi, Kades Ngepringan ini terlihat mandi di kubangan air di tengah jalan rusak sambil mengenakan seragam dinas kepalanya.
Aksi Kades mandi lumpur ini merupakan bentuk kekecewaannya atas kondisi ruas jalan Mlale-Ngepringan yang tak kunjung diperbaiki hingga puluhan tahun.
Dalam keterangannya, Sunarso mengaku aksi spontan tersebut lahir dari rasa frustrasi dan tekanan yang ia terima.
“Saya sudah tidak kuat dengan cemooh warga tentang jalan rusak itu. Banyak umpatan yang diarahkan ke saya karena warga sering jatuh saat melintas,” ujarnya, dikutip Rabu (21/1/2026).
Kondisi Jalan yang Memprihatinkan
Menurut Sunarso, kerusakan parah jalan tersebut sudah terjadi sejak 2019. Selama ini, penanganan yang ada hanyalah tambal sulam dengan tanah uruk yang dilakukan secara swadaya oleh warga, tanpa perbaikan permanen dari pemerintah.
Kekecewaannya memuncak setelah janji pembangunan jalan senilai Rp1 miliar yang diagendakan pada 2025 akhirnya batal akibat refocusing anggaran. Harapannya pupus lagi ketika dalam APBD Penetapan 2026, proyek perbaikan jalan tersebut kembali tidak tercantum.
“Hampir setiap hari saya menerima keluhan dan kata-kata kasar dari warga yang menjadi korban jalan rusak ini,” tambah Sunarso. Tekanan sosial inilah yang mendorongnya untuk melakukan aksi simbolis mandi lumpur di jalan tersebut, sebagai bentuk jeritan hati dan protes keras agar pemerintah segera memperhatikan infrastruktur desanya yang terabaikan.
Aksi Sebagai Pengeras Suara Warga
Aksi Sunarso bukan sekadar atraksi, melainkan upaya menyuarakan keputusasaan warga yang telah lama hidup dengan akses transportasi yang buruk. Jalan yang rusak parah tidak hanya menyulitkan mobilitas harian, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan dan menghambat perekonomian warga.
Dengan mengenakan seragam dinas, Sunarso ingin menegaskan bahwa protes ini adalah suara resmi dari seorang kepala desa yang memperjuangkan hak dasar warganya terhadap infrastruktur yang layak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah terkait aksi protes ini dan rencana konkret perbaikan jalan Mlale-Ngepringan.***
Editor : Atep K

























