Jakarta, Mevin.ID – Di tengah belum meredanya polemik rasisme yang menjerat YouTuber Muhammad Adimas Firdaus alias Resbob, publik kembali dikejutkan oleh munculnya kontroversi baru.
Kali ini, sorotan tertuju pada sosok dokter koas bernama Vinny Fladiniyah Puluhulawa yang diduga melontarkan pernyataan bernada penghinaan terhadap suku Sunda.
Kontroversi tersebut mencuat setelah potongan video siaran langsung (live) TikTok yang menampilkan Vinny beredar luas di media sosial.
Dalam video berdurasi singkat itu, Vinny terdengar mengucapkan kalimat-kalimat yang dinilai merendahkan dan diskriminatif terhadap salah satu suku terbesar di Indonesia.
View this post on Instagram
“Orang Sunda tahu apa sih?” ujar Vinny dalam tayangan live tersebut.
Ia kemudian melanjutkan dengan pernyataan yang membandingkan karakter mental antarsuku.
“Di sini berteriak pun mereka sudah menangis. Mendingan orang Manado, orang Ambon apalagi,” katanya.
“Orang Sunda mah di sini dipelototin juga nangis!” tambahnya.
Ucapan tersebut sontak memicu kemarahan warganet, khususnya masyarakat Jawa Barat. Banyak pihak menilai pernyataan Vinny tidak hanya berbau rasis, tetapi juga sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang tenaga medis yang seharusnya menjunjung tinggi nilai etika, profesionalisme, dan kemanusiaan.
Kontroversi ini menjadi sorotan tajam karena muncul di saat aparat penegak hukum tengah serius menangani isu ujaran kebencian berbasis SARA.
Publik menilai, pernyataan seperti itu berpotensi memperkeruh situasi sosial dan memperdalam luka kolektif di tengah masyarakat.
Bagi sebagian publik, nama Dokter Vinny Fladiniyah bukanlah sosok baru dalam pusaran kontroversi. Ia sebelumnya pernah menjadi perhatian publik akibat terlibat dalam cekcok hingga dugaan kasus penganiayaan di beberapa peristiwa berbeda. Rekam jejak tersebut kembali mencuat seiring viralnya video dugaan penghinaan terhadap suku Sunda.
Rentetan kasus ini memunculkan pertanyaan kritis di ruang publik: sejauh mana etika dan profesionalisme seorang dokter dapat dipertanggungjawabkan, terutama ketika yang bersangkutan aktif di media sosial dan memiliki pengaruh terhadap opini publik?
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Dokter Vinny Fladiniyah terkait video viral tersebut. Organisasi profesi kedokteran maupun institusi pendidikan yang menaungi Vinny juga belum menyampaikan sikap atau langkah yang akan diambil atas dugaan pelanggaran etika tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang polemik ujaran kebencian di ruang digital, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi tetap memiliki batas, terutama ketika menyentuh martabat dan identitas kolektif suatu kelompok masyarakat.***


























