Kasus RK Bongkar Lubang Pengawasan Dana Non-Budgeter di BUMD

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. KPK periksa Ridwan Kamil soal kasus Bank BJB. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Ilustrasi. KPK periksa Ridwan Kamil soal kasus Bank BJB. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta, Mevin.ID –  Pemeriksaan Ridwan Kamil oleh KPK dalam dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB membuka bab baru soal keberadaan dana non-budgeter di Badan Usaha Milik Daerah.

Di balik angka Rp200 miliar yang disebut mengalir ke sejumlah pihak, terselip pertanyaan lebih besar: bagaimana dana di luar anggaran resmi itu dapat terbentuk dan dikelola?

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan dana tersebut berasal dari sebagian anggaran belanja iklan Bank BJB yang dipisahkan ke pos non-anggaran dan dikelola di sekretariat perusahaan.

Mekanisme ini kembali mendapat sorotan karena rawan penyimpangan, apalagi jika tidak dicatat dalam sistem akuntabilitas resmi.

KPK menyebut aliran dana ini sedang ditelusuri, termasuk dugaan keterkaitannya dengan RK. Penyidik juga menyita sejumlah aset milik mantan Gubernur Jabar tersebut sebagai bentuk pendalaman penyidikan.

RK, yang telah diperiksa pada 2 Desember lalu, mengatakan pemeriksaan ini menjadi kesempatan memberikan klarifikasi. Ia menyatakan menghormati proses hukum sebagai kewajiban warga negara.

Selain RK, KPK telah menetapkan lima tersangka dari unsur manajemen BJB dan pihak swasta. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp222 miliar.

Para tersangka telah dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan, dan masa pencegahan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan penyidikan.

Kasus BJB menambah panjang daftar perkara korupsi sektor perbankan daerah. Sorotan publik kini bergeser dari hanya menunggu proses hukum terhadap individu, menjadi dorongan agar sistem pengawasan di tubuh BUMD diperketat, terutama terkait ruang gelap transaksi non-anggaran.

Jika dana non-budgeter terus dikelola tanpa transparansi, kasus seperti ini dapat berulang di banyak daerah lain. Investigasi KPK bukan semata memburu pelaku, tetapi membuka cermin besar: praktik keuangan di tubuh BUMD masih menyimpan ruang abu-abu yang mengancam akuntabilitas publik.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan
Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR
Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku
Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan
Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan
Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar
GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:55 WIB

Pakai Modus “Uang Karungan”, Bupati Pati Sudewo Resmi Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:30 WIB

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:07 WIB

Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:49 WIB

Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:32 WIB

Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan

Berita Terbaru