Kasus Virus Hanta Ditemukan di Bandung Barat, Pasien Kini Telah Sembuh

- Redaksi

Minggu, 22 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Mevin.ID — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerima laporan satu kasus virus Hanta yang ditemukan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kasus tersebut terdeteksi pada 20 Mei 2025 di RSUP dr. Hasan Sadikin, Kota Bandung.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, Jumat (20/6) malam. Ia menyebut bahwa pasien kini telah dinyatakan sembuh dan sudah kembali bekerja.

“Pasien sudah sembuh total dan telah kembali menjalankan aktivitas normal,” ujar Aji.

Aji menjelaskan bahwa infeksi virus Hanta dapat bermanifestasi dalam dua bentuk klinis. Pertama, Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang ditandai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, rasa lemas, dan ikterik (kulit menguning).

Kedua, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang memiliki gejala demam, nyeri badan, batuk, sesak napas, dan rasa lemas.

Namun, hingga kini, di Indonesia hanya tercatat kasus virus Hanta dengan manifestasi HFRS.

“Hingga saat ini, kasus Hanta yang ditemukan di Indonesia hanya menunjukkan gejala HFRS,” jelas Aji.

Virus Hanta sendiri merupakan virus yang ditularkan melalui air liur, urine, dan kotoran hewan pengerat, terutama tikus.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan waspada terhadap potensi penularan dari hewan pengerat.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Unik! Di Majalengka, Ikan Lele Disulap Jadi Dessert hingga Minuman Segar Tanpa Bau Amis
Gunung Pantun Stone: “Surga Tersembunyi” Hanya 10 Menit dari Pusat Kota Majalengka yang Butuh Sentuhan Ekstra
Menanam Budaya Kopi yang Kuat di Kalangan Anak Muda Bandung
Indonesia Waspada Virus Nipah: Kemenkes Ingatkan Bahaya Nira Mentah dan Bekas Gigitan Kelelawar
Jasinga “Rafting” Tanpa Pelampung: Saat Nyali Bertemu Kearifan Arus
Curug Bugbrug Cisarua Ditutup, Menyertai Duka Bencana Pasirlangu
Krisis Populasi Pria, Wanita di Latvia Kini Tren ‘Sewa Suami’ untuk Urusan Rumah Tangga
Belajar dari Aurelie & Kim Sae-ron: Membedakan Kasih Sayang dan Jeratan Child Grooming

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 12:11 WIB

Unik! Di Majalengka, Ikan Lele Disulap Jadi Dessert hingga Minuman Segar Tanpa Bau Amis

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:31 WIB

Gunung Pantun Stone: “Surga Tersembunyi” Hanya 10 Menit dari Pusat Kota Majalengka yang Butuh Sentuhan Ekstra

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:30 WIB

Menanam Budaya Kopi yang Kuat di Kalangan Anak Muda Bandung

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:55 WIB

Indonesia Waspada Virus Nipah: Kemenkes Ingatkan Bahaya Nira Mentah dan Bekas Gigitan Kelelawar

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:32 WIB

Jasinga “Rafting” Tanpa Pelampung: Saat Nyali Bertemu Kearifan Arus

Berita Terbaru