KDM: Harusnya 60 Persen Pajak Tambang Kembali ke Desa Lokal

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Mevin.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengumumkan rencana penataan ulang kegiatan pertambangan di wilayahnya. Selain penataan, KDM juga usulkan besaran pajak tambang yang diterima desa setempat minimal 60 Persen.

Langkah konkret akan dimulai dengan mengumpulkan para pemilik tambang dan kontraktor pembangunan dalam sebuah pertemuan yang dijadwalkan pekan depan.

Inisiatif ini diambil Gubernur menyikapi masih maraknya aktivitas pertambangan ilegal dan pelanggaran aturan oleh tambang berizin, seperti perluasan area atau pergeseran lokasi di luar ketentuan izin.

“Di izin tambangnya misalnya 10 hektare tapi nambangnya 40 hektare. Di izinnya di lokasi A tapi lokasi nambangnya di lokasi C. Kan ini problem,” tegas KDM dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (23/1/2026).

Sinergi dengan Kontraktor untuk Transparansi

KDM menegaskan, pertambangan tetap merupakan kebutuhan pokok untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Pertemuan antara perusahaan tambang dan kontraktor bertujuan menciptakan sinergi dan transparansi data kebutuhan material.

“Dengan begitu, kita sudah bisa menghitung kebutuhan pembangunan ini, batunya berapa banyak, jumlah split berapa, pasir berapa. Sehingga menghitung pajaknya sudah bisa dari sekarang. Jadi tidak ada lagi kebohongan,” paparnya.

Usulan Alokasi Pajak Pro-Desa

Salah satu poin penting yang diangkat KDM adalah redistribusi pendapatan pajak dari sektor tambang. Ia mengusulkan agar sebagian besar penerimaan pajak pertambangan dialokasikan kembali untuk membangun kawasan tempat tambang tersebut beroperasi.

“Rumusan pajak, bahwa hasil pajaknya tentukan saja misalnya 60 persen harus kembali untuk desa di mana tambang berada sehingga infrastrukturnya baik, pendidikannya baik, rumah rakyatnya baik,” jelas Gubernur.

Kebijakan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa masyarakat setempat merasakan manfaat langsung dari eksploitasi sumber daya alam di wilayahnya, sekaligus sebagai kompensasi atas dampak sosial dan lingkungan yang mungkin timbul.

Kebijakan yang diusung KDM ini diharapkan dapat mengatasi dua masalah sekaligus: meningkatkan kepatuhan dan tata kelola usaha tambang, serta menciptakan keadilan ekonomi bagi masyarakat lokal.

Keberhasilan implementasinya akan bergantung pada koordinasi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pengawasan yang ketat.***

Facebook Comments Box

Editor : Atep K

Sumber Berita: Pemprov Jabar

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maling “Lapor Balik”: Dua Pelaku Pencurian di Medan Tuntut Keadilan Usai Disetrum Korban
Viral Aksi Berani Ibu Berkerudung Robohkan Tembok Pabrik Protes Banjir 2 Tahun
Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Kritik Keras Pemerintah: Kondisi SLB ABC Ciawi Menyayat Hati
Tragedi Lampu Merah Kendari, Bocah Penjual Tisu Tewas Dilindas Alat Berat demi Mencari Sesuap Nasi
Usai Diburu Warga Kondisi Macan Tutul Jawa di Pacet Stabil, Ini Penjelasan BBKSDA Jabar
Apa itu Bocor Usus seperti Diderita Siti Atlet Rugby Asal Garut? Simak Ulasannya
Bandung Bangga, Natanael Juara Dunia Olimpiade Sains di AS dan Diundang NASA
Tanggap Darurat Longsor Cisarua Berakhir, Basarnas Tetap Siagakan Operasi Terbatas

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:22 WIB

Maling “Lapor Balik”: Dua Pelaku Pencurian di Medan Tuntut Keadilan Usai Disetrum Korban

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:02 WIB

Viral Aksi Berani Ibu Berkerudung Robohkan Tembok Pabrik Protes Banjir 2 Tahun

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:35 WIB

Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Kritik Keras Pemerintah: Kondisi SLB ABC Ciawi Menyayat Hati

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:59 WIB

Tragedi Lampu Merah Kendari, Bocah Penjual Tisu Tewas Dilindas Alat Berat demi Mencari Sesuap Nasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:46 WIB

Apa itu Bocor Usus seperti Diderita Siti Atlet Rugby Asal Garut? Simak Ulasannya

Berita Terbaru