BOMBANA, Mevin.ID – Suasana mencekam menyelimuti perairan Boepinang, Teluk Bone, pada Sabtu (14/2/2026). Kapal Motor (KM) Cahaya Intan Celebes yang membawa 20 orang dilaporkan karam setelah dihantam gelombang tinggi.
Beruntung, maut berhasil dihindari berkat ketenangan penumpang yang bertahan hidup menggunakan potongan gabus seadanya.
Kapal yang mengangkut 13 penumpang dan 7 ABK tersebut sedianya bertolak dari Bajoe, Sulawesi Selatan, menuju Pelabuhan Boepinang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Detik-detik Menegangkan: Dihantam Ombak Saat Cuaca Buruk
Insiden bermula ketika kapal memasuki wilayah perairan Poleang. Cuaca buruk yang membawa gelombang tinggi menghantam badan kapal hingga menyebabkan kebocoran hebat.
Air dengan cepat memenuhi lambung kapal, membuat kapal tak lagi mampu bertahan dan perlahan tenggelam.
Selain penumpang, kapal ini juga memuat bahan pakan ternak, sembako, serta beberapa unit sepeda motor yang kini ikut tenggelam ke dasar laut.
View this post on Instagram
Bertahan Hidup dengan Alat Seadanya
Berdasarkan video amatir yang beredar, momen penyelamatan berlangsung sangat mengharukan. Terlihat para penumpang, termasuk seorang bocah dan sejumlah wanita, berusaha tetap tenang di tengah lautan lepas.
Tanpa sekoci yang memadai, mereka terpaksa berpegangan pada potongan gabus dan pelampung seadanya.
Selama tiga jam, puluhan nyawa ini terombang-ambing di tengah ganasnya ombak Teluk Bone sebelum akhirnya kapal nelayan yang melintas memberikan pertolongan.
Komandan Pos SAR Kolaka, Haeruddin, mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan ABK berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Kapal mengalami kebocoran setelah dihantam gelombang tinggi saat cuaca buruk. Berkat pertolongan kapal nelayan, seluruh korban bisa dievakuasi,” ujar Haeruddin, Sabtu malam.
Kondisi Korban di Puskesmas
Setelah berhasil dievakuasi ke daratan, seluruh korban langsung dilarikan ke Puskesmas Boepinang, Kecamatan Poleang.
Tim medis melakukan pemeriksaan intensif untuk memastikan kondisi kesehatan mereka stabil pasca-trauma dan kelelahan setelah bertahan di laut.
Kejadian ini kembali menjadi peringatan bagi operator kapal dan penumpang untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang sering terjadi secara tiba-tiba di wilayah perairan Sulawesi.***
Editor : Bar Bernad


























