Keanehan Sinkhole Aceh Tengah Terjadi Bukan di Daerah Kapur, Simak Penjelasan Kementerian PU

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH, Mevin.ID – Sinkhole, sebuah fenomena geologi yang mengkhawatirkan terjadi di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Sebuah lubang raksasa muncul dan terus meluas dengan cepat, mengancam langsung area perkampungan dan lahan pertanian warga setempat.

Lubang yang terbentuk dalam waktu relatif singkat ini telah memicu ketakutan dan menjadi sorotan utama.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah turun tangan, menyebut kejadian ini menyerupai fenomena sinkhole atau amblesan tanah.

Namun, ada keunikan yang mencolok: lokasi kejadian bukanlah daerah kapur (karst) yang biasanya rawan sinkhole, melainkan wilayah dengan tanah vulkanik yang dikenal lebih stabil.

Air sebagai Faktor Kunci

Meski jenis tanahnya berbeda, para ahli geologi menegaskan bahwa air memainkan peran sentral dalam peristiwa ini.

Hampir 90% kasus sinkhole di dunia dipicu oleh aktivitas air, baik hujan maupun air tanah, yang mengikis atau melarutkan material di bawah permukaan secara perlahan hingga membentuk rongga.

Fenomena di Pondok Balik diduga kuat diperparah oleh cuaca ekstrem akhir tahun lalu, yaitu Siklon Senyar, yang menyebabkan curah hujan sangat tinggi di Aceh.

Air hujan yang berlebihan ini kemudian menyusup ke dalam tanah, meningkatkan tekanan dan aliran air bawah tanah, sehingga mempercepat proses pengikisan material penyangga di bawah permukaan.

Peringatan tentang Daya Rusak Air

Kejadian ini menjadi pengingat nyata bahwa air, meski vital bagi kehidupan, juga memiliki daya rusak yang besar ketika tidak seimbang.

Kerusakan yang ditimbulkan bisa bersifat tersembunyi, terjadi di bawah tanah sebelum akhirnya muncul ke permukaan secara tiba-tiba dan dramatis.

Fenomena ini menekankan pentingnya:

1. Pemahaman geologi lokal yang lebih baik oleh masyarakat dan pemerintah daerah.
2. Pengelolaan tata air dan drainase yang baik untuk mengontrol infiltrasi air berlebih.
3. Mitigasi risiko berbasis sains untuk mengantisipasi potensi kejadian serupa di masa depan.

Tim dari Badan Geologi dan instansi terkait masih terus melakukan investigasi mendalam untuk menentukan penyebab pasti dan langkah penanganan yang tepat guna melindungi keselamatan warga dan aset mereka.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: SDA PU

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!
Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1
Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 00:28 WIB

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:14 WIB

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:11 WIB

Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Berita Terbaru