Kecam Rencana Wali Kota Bandung, FK3I: Menghilangkan Satwa di Bandung Zoo Itu Menggelikan!

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi di depan gerbang Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) memanas pada Senin pagi (29/12/2025). Ratusan warga yang didominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak kembali memadati area pintu masuk, namun mereka tertahan tanpa kepastian operasional.

Situasi di depan gerbang Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) memanas pada Senin pagi (29/12/2025). Ratusan warga yang didominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak kembali memadati area pintu masuk, namun mereka tertahan tanpa kepastian operasional.

BANDUNG, Mevin.ID – Rencana Pemerintah Kota Bandung untuk mengkaji tiga opsi masa depan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo), termasuk opsi menghilangkan fungsi kebun binatang dan menjadikannya Ruang Terbuka Hijau (RTH) murni, menuai kecaman pedas.

Koordinator Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) sekaligus Ketua Dewan Daerah Walhi Jawa Barat, Dedi Kurniawan, menyebut wacana yang dilontarkan Wali Kota Bandung tersebut sebagai langkah yang sangat menggelikan dan mencederai nilai sejarah.

“Permainan Catur Politikus”

Dedi Kurniawan, yang akrab disapa Dedi Gjuy, menilai rencana pengosongan satwa di lahan tersebut merupakan bentuk ketidakberanian pemimpin dalam mengelola aset negara dan menyelamatkan satwa eks-situ.

“Rencana menghilangkan satwa di Kebun Binatang dan tetap menjaga kawasan sebagai RTH adalah permainan catur politikus busuk. Opsi terkait pengosongan satwa Bandung Zoo, walau kawasan tetap menjadi RTH, adalah hal yang sangat menggelikan,” tegas Dedi dalam pernyataan resminya, Selasa (13/1/2026) malam.

Ia menambahkan, sebagai lembaga konservasi eks-situ yang sudah ada sejak zaman Belanda, Bandung Zoo memiliki nilai sejarah tinggi yang tidak boleh dihapus begitu saja hanya karena konflik sengketa lahan.

Dampak Negatif dan Indikasi Perdagangan Satwa

Dedi memaparkan beberapa poin krusial yang akan menjadi dampak negatif jika opsi pengosongan satwa benar-benar dilakukan oleh Pemkot Bandung:

1. Hilangnya Pusat Edukasi: Kota Bandung akan kehilangan pusat konservasi eks-situ yang selama ini menjadi sarana edukasi dan rekreasi warga.

2. Indikasi Perdagangan Satwa: Dedi mencurigai adanya potensi praktek perdagangan satwa terselubung di balik dalih pemindahan satwa ke lokasi lain.

“Terindikasi adanya permainan perdagangan satwa terselubung atas nama pemindahan atau titip satwa akibat satwa di Bandung Zoo diusir oleh pimpinan yang mengelola lahan negara,” cetusnya.

3. Kerusakan Ekosistem RTH: Dedi khawatir RTH tersebut nantinya akan dimodifikasi menjadi taman bermain yang penuh aspal dan tembok, sehingga menghilangkan nilai alaminya.

Tantang Keberanian Pemimpin

Lebih lanjut, FK3I memandang bahwa pemimpin Kota Bandung seharusnya tidak membangun wacana yang memancing polemik di masyarakat, melainkan menunjukkan ketegasan dalam pelestarian.

“Keberanian dan kecerdasan seorang pemimpin diuji dalam persoalan pengelolaan ini. Harusnya tegas, jika memang lahan tersebut milik Pemkot, lanjutkan pelestarian konservasi eks-situ, tingkatkan dan benahi ke arah yang lebih baik,” lanjut Dedi.

Dedi mengingatkan bahwa lahan tersebut adalah lahan negara, bukan milik pribadi, sehingga kepentingan konservasi dan penyelamatan satwa harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan politik praktis.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Aksi Berani Ibu Berkerudung Robohkan Tembok Pabrik Protes Banjir 2 Tahun
Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Kritik Keras Pemerintah: Kondisi SLB ABC Ciawi Menyayat Hati
Tragedi Lampu Merah Kendari, Bocah Penjual Tisu Tewas Dilindas Alat Berat demi Mencari Sesuap Nasi
Usai Diburu Warga Kondisi Macan Tutul Jawa di Pacet Stabil, Ini Penjelasan BBKSDA Jabar
Apa itu Bocor Usus seperti Diderita Siti Atlet Rugby Asal Garut? Simak Ulasannya
Bandung Bangga, Natanael Juara Dunia Olimpiade Sains di AS dan Diundang NASA
Tanggap Darurat Longsor Cisarua Berakhir, Basarnas Tetap Siagakan Operasi Terbatas
Wujudkan Transparansi, Pemkab Majalengka Mulai Labelisasi Rumah Penerima Bansos

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:02 WIB

Viral Aksi Berani Ibu Berkerudung Robohkan Tembok Pabrik Protes Banjir 2 Tahun

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:35 WIB

Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Kritik Keras Pemerintah: Kondisi SLB ABC Ciawi Menyayat Hati

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:59 WIB

Tragedi Lampu Merah Kendari, Bocah Penjual Tisu Tewas Dilindas Alat Berat demi Mencari Sesuap Nasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:15 WIB

Usai Diburu Warga Kondisi Macan Tutul Jawa di Pacet Stabil, Ini Penjelasan BBKSDA Jabar

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:15 WIB

Bandung Bangga, Natanael Juara Dunia Olimpiade Sains di AS dan Diundang NASA

Berita Terbaru