Kecap Majalengka Jadi Warisan Budaya Tak Benda, DPRD: Saatnya Angkat Kebanggaan Leluhur

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Majalengka, Deden Hardian Narayanto

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Majalengka, Deden Hardian Narayanto

Majalengka, Mevin.ID – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Majalengka, Deden Hardian Narayanto, mengapresiasi keputusan Pemprov Jawa Barat yang menetapkan kecap Majalengka sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Menurutnya, pengakuan ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang produk lokal, tetapi juga dorongan untuk mengangkat kembali kebanggaan masyarakat Majalengka.

“Kecap Majalengka sudah eksis sejak 1940-an. Ini warisan leluhur yang harus terus dijaga,” ujar Deden, Jumat (07/11/2025).

Dikenal dengan rasa gurih khas yang berbeda dari kecap daerah lain, proses pembuatan kecap Majalengka masih dilakukan secara tradisional dengan bahan alami. Inilah yang membuatnya tetap bertahan dari generasi ke generasi.

Deden—atau akrab disapa Kang Dehan—mengaku memiliki kedekatan emosional dengan produk kuliner satu ini. Ia menyebut, kecap adalah oleh-oleh yang selalu diburu sejak lama.

“Saya kuliah di Bandung dulu, dosen-dosen itu kalau nitip oleh-oleh pasti kecap Majalengka, bukan yang lain,” kenangnya bangga.

Namun, ia menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi pelaku usaha kecap lokal, terutama dalam pemasaran ke toko modern yang sering menerapkan sistem pembayaran lambat.

“Ini tidak mendukung tumbuh kembang UMKM, padahal pemerintah sedang serius mengangkat produk lokal,” katanya.

Legenda Kecap Segi Tiga

Selain sebagai anggota legislatif, Kang Dehan juga merupakan pemilik Kecap Segi Tiga—merek kecap legendaris Majalengka yang masih mempertahankan kualitas alami, menggunakan kedelai pilihan, gula aren, dan fermentasi tradisional yang menghasilkan tekstur kental tanpa pengental buatan.

“Kita pertahankan resep warisan orang tua kita. Walau biaya produksi lebih tinggi, ini soal menjaga tradisi,” tegasnya.

Untuk menjawab dinamika pasar, ia menyebut Kecap Segi Tiga akan berinovasi dengan kemasan sachet dan pouch ke depan.

“Kami butuh dukungan pemerintah agar WBTB ini benar-benar hidup, bukan hanya piagam. Jangan sampai anak cucu kita nanti tidak tahu kecap kebanggaan Majalengka,” tutupnya penuh harap.***

Facebook Comments Box

Penulis : Ahmad Hudri Harisman

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lansia Dievakuasi Pakai Ekskavator, Fakta di Balik Viral Video Mengharukan
Viral Lansia di Bandung Barat Dievakuasi Pakai Ekskavator karena Akses Jalan Terputus
Bau Menyengat dan Sampah Menggunung, Potret Darurat Lingkungan di Tangsel
BIG 2025 Soroti Kunci Investasi Bekasi: Kota Nyaman, UMKM Kuat, Pasar Global Terbuka
TNBS Tertibkan Sawit Ilegal, Hampir 100 Hektare Lahan Gambut Dipulihkan
Dari Hari Ibu hingga Public Speaking, IKIAD Dorong Peran Strategis Perempuan di Lingkar Legislatif Jawa Barat
LPBI NU Jawa Barat Tegaskan Komitmen Dukung Perjuangan Warga Eretan Wetan Hadapi Banjir Rob dan Krisis Lingkungan
Bogor Jadi Daerah dengan Kebun Sawit Terluas Kedua di Jabar, Mayoritas Tanaman Berusia Tua

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 17:25 WIB

Lansia Dievakuasi Pakai Ekskavator, Fakta di Balik Viral Video Mengharukan

Senin, 15 Desember 2025 - 17:13 WIB

Viral Lansia di Bandung Barat Dievakuasi Pakai Ekskavator karena Akses Jalan Terputus

Senin, 15 Desember 2025 - 16:32 WIB

Bau Menyengat dan Sampah Menggunung, Potret Darurat Lingkungan di Tangsel

Senin, 15 Desember 2025 - 12:36 WIB

BIG 2025 Soroti Kunci Investasi Bekasi: Kota Nyaman, UMKM Kuat, Pasar Global Terbuka

Senin, 15 Desember 2025 - 12:25 WIB

TNBS Tertibkan Sawit Ilegal, Hampir 100 Hektare Lahan Gambut Dipulihkan

Berita Terbaru

Berita

Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan

Selasa, 16 Des 2025 - 07:55 WIB