JAKARTA, Mevin.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan keterangan terbaru terkait penggeledahan di kediaman mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar.
Penyidik mengungkap adanya kehadiran seorang anggota DPR RI aktif saat proses penggeledahan berlangsung.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengonfirmasi bahwa sosok tersebut adalah Ananda Tohpati, anggota DPR RI periode 2024-2029 dari Fraksi Partai NasDem.
Kehadiran Sang Anak di Lokasi
Syarief menjelaskan bahwa kehadiran Ananda di lokasi penggeledahan bersifat personal, mengingat legislator tersebut merupakan putra dari Siti Nurbaya.
“Iya benar, yang bersangkutan (Ananda Tohpati) di rumah beliau, SN (Siti Nurbaya),” ujar Syarief dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Sebagai informasi, Ananda Tohpati melenggang ke Senayan pada Pemilu Legislatif 2024 lalu melalui daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat III.
Fokus Kasus: Korupsi Tata Kelola Sawit
Penggeledahan yang dilakukan pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1) lalu ini bukan berkaitan dengan sektor pertambangan, melainkan dugaan korupsi dalam tata kelola perkebunan dan industri sawit.
Hingga saat ini, tim penyidik telah melakukan serangkaian tindakan di lapangan, termasuk:
- 6 Lokasi Penggeledahan: Meliputi wilayah Jakarta dan Bogor.
- 30 Saksi Diperiksa: Penyidik terus mendalami keterangan dari berbagai pihak untuk memperkuat konstruksi kasus.
- Penyitaan Barang Bukti: Petugas mengamankan sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik dari kediaman mantan Menteri LHK tersebut.
Status Siti Nurbaya Belum Dipanggil
Meski rumahnya telah digeledah, Kejagung menyatakan belum menjadwalkan pemanggilan pemeriksaan terhadap Siti Nurbaya Bakar.
Saat ini, tim ahli masih fokus melakukan verifikasi dan analisis terhadap tumpukan barang bukti yang telah disita.
“Belum (dijadwalkan). Jadi kita saat ini masih meneliti banyak sekali barang bukti, termasuk barang bukti elektronik yang kita sita pada saat itu,” pungkas Syarief.
Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat industri sawit merupakan salah satu sektor strategis ekonomi nasional yang tengah diawasi ketat oleh aparat penegak hukum guna mencegah kebocoran keuangan negara.***

























