SURABAYA, Mevin.ID – Kasus kekerasan terhadap anak kembali menggegerkan warga Kota Surabaya. Seorang balita perempuan berusia 4 tahun berinisial K, ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah diduga disiksa oleh paman dan bibinya sendiri di sebuah kamar kos di Jalan Bangkingan, Lakarsantri.
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya bergerak cepat mengamankan kedua pelaku setelah menerima laporan dari warga yang merasa curiga dengan kondisi korban.
Suara Tangisan dari Balik Tembok Kos
Kisah pilu ini terungkap pada Senin (9/2/2026) siang, ketika seorang tetangga bernama Islaha mendengar teriakan minta tolong dari dalam kamar kos yang terkunci.
Korban berteriak karena merasa lapar dan dikunci di dalam kamar sejak pagi hari.
Saksi mata yang melihat kondisi korban saat dievakuasi mengaku tidak kuasa menahan tangis.
“Dia memanggil berkali-kali minta dibukakan pintu karena lapar. Kondisinya sangat menyedihkan; rambutnya botak di bagian atas dan wajahnya penuh luka,” ungkap Islaha dengan nada bergetar.
Melihat situasi darurat tersebut, pengurus RT bersama Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri akhirnya mengevakuasi balita tersebut dengan cara merusak teralis jendela.
View this post on Instagram
Pelaku Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka
Kasat PPA Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, mengonfirmasi bahwa paman dan bibi korban telah ditangkap dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di balik jeruji besi.
“Kedua pelaku sudah kami amankan, ditetapkan sebagai tersangka, dan langsung ditahan sesuai prosedur,” tegas AKBP Melatisari, Sabtu (14/2/2026).
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua tersangka untuk mendalami motif di balik penyiksaan yang diduga telah berlangsung selama dua bulan terakhir tersebut.
Dukungan untuk Korban
Saat ditemukan, korban mengalami luka fisik di bagian dagu dan trauma emosional yang mendalam. Saat ini, korban berada dalam pengawasan pihak medis dan pendampingan psikologis untuk pemulihan trauma.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar.
Kepedulian tetangga dalam melaporkan kecurigaan menjadi kunci terselamatkannya nyawa balita malang tersebut dari siksaan yang lebih berat.***
Editor : Bar Bernad


























