PASAMAN, Mevin.ID – Seorang lansia bernama Saudah (68) menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Korban tidak hanya dipukuli, tetapi juga dilempari batu hingga dibuang ke semak-semak dalam kondisi pingsan.
Wajah Lebam dan Trauma Berat
Saat ini, Saudah tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisinya sangat memprihatinkan; kedua matanya membiru akibat lebam, wajah bengkak, dan sekujur tubuhnya mengalami nyeri hebat.
“Badan terasa sakit-sakit semua,” ujar Saudah dengan suara lirih saat ditemui wartawan di bangsal rumah sakit, Senin (5/1/2026).
Kronologi Kejadian: Berawal dari Senteran Lampu
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (1/1) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saudah menceritakan bahwa awalnya ia mendatangi area aliran sungai di dekat ladangnya bukan untuk melarang aktivitas warga, melainkan hanya ingin meminta agar pekerjaan pengambilan material dihentikan sementara saat malam hari.
“Saya hanya minta berhenti bekerja siang saja. Magrib diambil juga. Belum sempat bicara, saya senter lokasi itu, tiba-tiba batu melayang ke arah saya. Banyak orang yang melempar,” kenang Saudah.
Setelah terkena lemparan batu dan dipukuli, Saudah tidak sadarkan diri. Para pelaku kemudian mengangkat tubuh renta tersebut dan membuangnya ke semak-semak di area ladang cokelat agar tidak terlihat.
Polisi Cek TKP: Dugaan Tambang Ilegal
Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Fion Joni Hayes, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan mendatangi rumah sakit dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Kapolres Pasaman.
Terkait dugaan bahwa pelaku adalah pemain tambang emas ilegal, polisi masih bersikap hati-hati. Saat pengecekan di lokasi, petugas tidak menemukan alat berat, namun terdapat tumpukan material batu yang menunjukkan adanya aktivitas pengambilan sumber daya alam.
“Kami sampai di TKP tidak ditemukan alat berat. Keterangan dari anak korban, orang-orang di sana mengambil material. Kami belum bisa menyebut itu lokasi tambang, namun yang pasti terjadi penganiayaan terhadap lansia di sana,” jelas AKP Fion.
Penyelidikan Intensif
Pihak kepolisian memastikan kasus ini menjadi atensi utama. Kesulitan saat ini adalah identitas pelaku yang belum teridentifikasi karena minimnya saksi mata dan tidak adanya alat berat di lokasi yang bisa menjadi petunjuk kepemilikan.
“Kami sedang mencari tersangka. Kami akan kejar siapapun pelakunya. Kasus ini menjadi perhatian serius kami untuk segera diungkap,” pungkas Fion.
Hingga saat ini, warga Nagari Padang Mantinggi merasa resah dan berharap polisi segera menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali, terutama yang menyasar warga lanjut usia.***


























