TRENGGALEK, Mevin.ID – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah video brutal yang merekam aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap seorang perempuan berinisial DW (33).
Peristiwa menyedihkan ini diduga terjadi di Kecamatan Pule, Trenggalek, dan memicu kecaman luas dari netizen.
Dalam video berdurasi 44 detik yang beredar luas di media sosial sejak Rabu (1/3/2026), terlihat jelas pelaku melakukan penyiksaan fisik terhadap korban.
Tangisan histeris dan teriakan minta ampun dari korban terdengar memilukan, namun tidak menghentikan aksi keji pelaku.
View this post on Instagram
Polisi Amankan Pelaku
Meskipun dalam video tersebut pelaku terlihat mengenakan kaos bertuliskan “Samapta”, Polres Trenggalek mengonfirmasi bahwa pelaku bukan anggota Polri. Pihak kepolisian telah bergerak cepat dan berhasil mengamankan pria berinisial DW tersebut untuk menjalani proses hukum.
“Kami pastikan bahwa pelaku bukan anggota Polri atau anggota Polres Trenggalek,” tegas Kasi Humas Polres Trenggalek, AKP Katik.
Penyelidikan Tetap Berjalan Meski Tanpa Laporan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi yang masuk ke Polsek Pule maupun Polres Trenggalek terkait kasus ini. Namun, melihat tingkat kekerasan yang ditampilkan dalam video, Satreskrim Polres Trenggalek tetap melakukan penyelidikan mendalam.
Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, korban dan pelaku diduga memiliki hubungan asmara.
Polisi masih mendalami motif dan status hubungan keduanya untuk memastikan proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap secara terang peristiwa yang viral tersebut.
Tragedi Lanjutan: Korban Diduga Akhiri Hidup
Kasus ini semakin tragis dengan adanya laporan bahwa korban DW meninggal dunia tak lama setelah kejadian tersebut. Polisi sedang menyelidiki dugaan korban mengakhiri hidup dengan meminum obat rumput.
Pihak kepolisian masih mengaitkan apakah ada kaitan langsung antara tindakan kekerasan yang keji dengan keputusan korban untuk mengakhiri hidupnya.***
Disclaimer: Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda merasakan gejala depresi atau memiliki pemikiran serupa, segera hubungi psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.
Editor : Bar Bernad
Sumber Berita: SuaraTrenggalek


























