Bandung, Mevin.ID – Sebuah video di TikTok kembali memantik diskusi publik soal kualitas layanan birokrasi, kali ini menyasar kinerja Samsat. Seorang pengguna TikTok membagikan keluh kesahnya saat mengurus proses mutasi kendaraan dari Jakarta ke Jawa Barat. Bukan soal biaya, melainkan soal waktu yang terbuang.
“Udah 2 jam 15 menit kita berada di Samsat… Saya nggak nyebutin Samsatnya mana ya, tapi ini udah kedua kalinya ke sini,” ujar warganet tersebut dalam videonya yang direkam langsung dari lokasi pelayanan.
Video berdurasi sekitar 3 menit itu memperlihatkan suasana ruang tunggu Samsat yang lengang namun sepi panggilan.
@msub0702 Apakah memang harus selama ini 😭
♬ suara asli – M.sub0702 || ig. msub0702 – M.sub0702 || ig. msub0702
Dalam narasinya, sang pengguna menyampaikan bahwa ia hanya menunggu proses pembayaran di kasir, tetapi tak kunjung dipanggil meski berkas telah masuk.
“Video ini nggak akan kita upload kalau dalam satu jam ke depan kita dipanggil. Tapi kalau sampai 3 jam nggak ada juga, ya terpaksa kita tayangkan. Biar orang tahu realitanya,” ucapnya lantang dalam video.
Meski tidak menyebut nama Samsat secara eksplisit, nada frustrasi dan kecewa terdengar jelas. Ia menegaskan bahwa warga yang datang ke Samsat bukan sedang minta bantuan, tapi justru datang membawa uang untuk membayar pajak dan kewajiban negara.
“Saya memang nggak butuh-butuh amat gratis. Saya butuh cepat.”
Kalimat itu sontak menjadi kutipan yang banyak dibagikan ulang oleh netizen lain, mencerminkan keresahan yang dirasakan oleh banyak masyarakat pengguna layanan publik.
Cepat dan Ramah: Dua Hal yang Semestinya Tak Terpisah
Kasus ini menambah daftar panjang soal tuntutan reformasi birokrasi, terutama pada sektor pelayanan dasar seperti Samsat. Dalam dunia yang serba cepat dan digital seperti sekarang, warga semakin tidak sabar menghadapi sistem yang lambat dan tidak transparan.
Beberapa komentar netizen menyarankan agar pelayanan Samsat diperkuat dengan sistem antrean digital dan monitoring transparan. Tak sedikit juga yang menyarankan agar proses mutasi kendaraan bisa diurus secara daring seperti beberapa layanan lainnya.
“Bukan soal gratis atau bayar. Ini soal waktu hidup orang,” tulis salah satu pengguna di kolom komentar.
Momentum untuk Berbenah
Viralnya video ini mestinya jadi momentum instansi terkait untuk introspeksi dan meningkatkan mutu pelayanannya.
Apalagi di tengah semangat pemerintah mendorong digitalisasi pelayanan publik, kejadian semacam ini bisa menjadi kontraproduktif terhadap kepercayaan masyarakat.
Transparansi, kecepatan, dan rasa hormat terhadap waktu warga adalah bentuk paling dasar dari pelayanan yang beradab.***


























