Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara: Keterangan Kapolres dan Badan Gizi Nasional Berbeda Tajam

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULU UTARA, Mevin.ID – Tabir penyebab meninggalnya Muhamad Sultan Alfatih (8), siswa kelas 2 MIN 2 Bengkulu Utara, kian memicu perhatian publik.

Pasalnya, muncul perbedaan keterangan signifikan antara dua otoritas resmi, yakni Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu Utara dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kasus ini bermula dari dugaan keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun, pada Kamis (26/2/2026).

Baca juga : Siswa MIN 2 Meninggal Dunia, Benarkah Karena Keracunan Burger MBG?

Kronologi Versi Kapolres: Korban Konsumsi Roti Burger

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Bakti Kautsar Ali, dalam keterangannya pada Selasa (3/3/2026) malam, menyebutkan bahwa korban sempat mengonsumsi roti burger dari paket MBG setelah pulang sekolah.

Tak lama berselang, Fatih mengeluhkan pusing, mengalami buang air besar (BAB), hingga pingsan dan kejang.

Setelah melalui serangkaian rujukan dari RSUD Lagita ke RS Bhayangkara hingga RS Tiara Sella, hasil CT Scan menunjukkan adanya pendarahan dan penggumpalan cairan di kepala.

Operasi dilakukan pada Sabtu (28/2), namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya.

Bantahan BGN: Korban Belum Makan Menu MBG

Berseberangan dengan keterangan polisi, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa korban belum sempat menyentuh makanan tersebut.

“Fatih belum memakan menu MBG dari SPPG Giri Kencana ketika diketahui pingsan sebelum dibawa ke rumah sakit,” ujar Nanik dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (3/3).

Hasil Uji Laboratorium: Negatif Zat Berbahaya

Meski terdapat perbedaan narasi mengenai apakah korban sudah makan atau belum, Polres Bengkulu Utara memastikan bahwa dugaan keracunan makanan tidak terbukti.

Berdasarkan hasil uji sampel sisa makanan (roti burger) dan muntahan korban di Balai POM Bengkulu, hasilnya dinyatakan negatif dari kandungan zat berbahaya.

Direktur RS Tiara Sella, dr. Syella Ania, juga memperkuat data medis bahwa penyebab kematian murni karena pendarahan dan penggumpalan cairan di kepala.

Polisi Imbau Warga Tetap Tenang

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Ichsan Nur, menegaskan pihaknya menangani perkara ini secara profesional dan berbasis fakta ilmiah (scientific investigation).

“Hasil laboratorium menyatakan sampel makanan aman. Kami memahami duka keluarga, namun kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Proses penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh,” tegas Kombes Ichsan.

Hingga saat ini, publik masih menunggu sinkronisasi keterangan antarlembaga guna mendapatkan gambaran utuh terkait tragedi yang menimpa siswa MIN 2 tersebut.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: bengkulutoday

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Ramadhan: SAE Riders Community Majalengka Tebar 500 Paket Takjil untuk Pedagang Kaki Lima
Kompensasi untuk Sopir Angkot, Becak, dan Andong Mulai Dicairkan, Pemprov Jabar Siapkan Rp6,9 Miliar
Cerita Pemudik yang Kembali Tersenyum Bersama Program Mudik Gratis Jabar 2026
Evaluasi Bansos di Bandung: Pengamat Soroti “Mentalitas Miskin” dan Dorong Transparansi Data
Wagub Jabar Resmi Berangkatkan Peserta Mudik Gratis 2026
Hadapi Mobilitas Tinggi, 845 Personel Gabungan Siap Amankan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di Majalengka
Skandal ‘Bangunan Hantu’ Srimukti: Mahasiswa Bekasi Bongkar Dugaan Korupsi Dana CSR BJB, Siap Geruduk KPK!
Viral Kericuhan di Balai Desa Purwasaba, Kades Hoho Dikeroyok Massa LSM

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:31 WIB

Semarak Ramadhan: SAE Riders Community Majalengka Tebar 500 Paket Takjil untuk Pedagang Kaki Lima

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:59 WIB

Kompensasi untuk Sopir Angkot, Becak, dan Andong Mulai Dicairkan, Pemprov Jabar Siapkan Rp6,9 Miliar

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:07 WIB

Cerita Pemudik yang Kembali Tersenyum Bersama Program Mudik Gratis Jabar 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:58 WIB

Evaluasi Bansos di Bandung: Pengamat Soroti “Mentalitas Miskin” dan Dorong Transparansi Data

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:54 WIB

Wagub Jabar Resmi Berangkatkan Peserta Mudik Gratis 2026

Berita Terbaru

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/12/2025). ANTARA/Rio Feisal.

Berita

Update OTT Cilacap: KPK Sita Sejumlah Uang Tunai

Jumat, 13 Mar 2026 - 20:43 WIB