Kemendagri Minta Pemda Lakukan Operasi Pasar Atasi Kenaikan Harga

- Redaksi

Senin, 24 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir dalam Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2025 di Gedung Sasana Bhakti Praja Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (24/2/2025).

Sekjen Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir dalam Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2025 di Gedung Sasana Bhakti Praja Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (24/2/2025).

Jakarta, Mevin.ID  – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, meminta pemerintah daerah (pemda) untuk segera melakukan operasi pasar guna mengatasi kenaikan harga komoditas pokok yang terjadi di sejumlah wilayah.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang digelar secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (24 Februari 2025).

Kenaikan Harga Komoditas Pokok di Berbagai Daerah

Tomsi mengungkapkan bahwa pada minggu ketiga Februari 2025, terjadi kenaikan harga komoditas pokok di sejumlah daerah. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain:

  • Minyak goreng di 170 kabupaten/kota
  • Gula pasir di 160 kabupaten/kota
  • Cabai merah di 159 kabupaten/kota
  • Bawang putih di 143 kabupaten/kota
  • Cabai rawit di 123 kabupaten/kota
  • Beras di 96 kabupaten/kota

“Kami sangat berharap di daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga ini, mau tidak mau, operasi pasar harus segera dilakukan,” tegas Tomsi.

Permasalahan Distribusi Bawang Putih

Khusus untuk bawang putih, yang 99 persen diimpor, Tomsi menyoroti masalah utama terletak pada distribusi. Ia menjelaskan bahwa ketika komoditas tersebut masuk ke Indonesia, harga seharusnya bisa stabil. Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memastikan distribusi komoditas impor dilakukan dengan baik, terutama menjelang Lebaran.

“Beberapa kali menjelang Lebaran, kenaikan harga bawang putih bisa mencapai 200 persen, bahkan harganya bisa mencapai Rp120.000 per kilogram. Jadi, mohon teman-teman bisa menanggapi ini dengan serius,” tambahnya.

Peringatan untuk Pemda dan TPID

Tomsi mengingatkan bahwa jika pemda tidak mengambil langkah konkret sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah, kenaikan harga akan terus berlanjut. Ia juga meminta para pemangku kepentingan, termasuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), untuk benar-benar memahami dinamika harga di daerah masing-masing.

“Apalagi, minggu depan kepala daerah yang baru akan mulai efektif bertugas. Kita akan memulai rapat dengan kepala daerah yang baru. Tolong, Bapak/Ibu sekalian sebagai staf betul-betul turun ke lapangan untuk mengecek kondisi pasar,” ungkap Tomsi.

Evaluasi Pelaksanaan Tugas di Lapangan

Dalam pantauannya melalui rakor inflasi yang dilakukan setiap Senin, Tomsi mencatat bahwa masih ada pejabat daerah yang belum turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi pasar. Untuk itu, ia berharap TPID segera bergerak cepat dan memastikan pelaksanaan tugas dengan baik.

“Kami berharap tim TPID yang hadir sekarang betul-betul segera turun ke lapangan, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, ambil langkah yang terbaik, dan kita akan lihat hasilnya di minggu depan. Kalau kita sungguh-sungguh, kita bisa mempertahankan agar tidak terjadi kenaikan harga,” pungkasnya.

Kolaborasi Antar-Kementerian/Lembaga

Tomsi juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-kementerian/lembaga (K/L) dalam melakukan perhitungan distribusi komoditas secara cermat hingga sampai ke tangan konsumen. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan mencegah lonjakan inflasi yang tidak terkendali.

Dengan langkah-langkah konkret ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga komoditas pokok, terutama menjelang momen-momen penting seperti Lebaran, serta memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rekrutmen Kemenkes Program Penguatan Sistem Rujukan Nasional, Link Pendaftarannya di Sini
Minimarket Sumedang Wajib ‘Wakaf Hijau’? Tuntutan Syarat Izin Baru Berbasis Lingkungan Mencuat
Disindir Prabowo Soal Praktik ‘Main Mata’ di Pajak dan Bea Cukai, Menkeu Purbaya Siap Bersih-Bersih Skuad
Rahasia Gizi Super Ikan Sidat: Omega 3 Tertinggi di Dunia Versi BRIN
Samsat Indramayu Luncurkan Kios-K, Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Antre
Ketika Bahlil Bicara Soal Mafia Tambang, Begini Katanya
Inovasi BRIN Terbaru: Tekstil Antibakteri dari Jeruk Nipis
Tok! Mulai 1 Januari 2026, Eksportir SDA Wajib Parkir Dolar di Bank Himbara Selama Setahun

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:33 WIB

Minimarket Sumedang Wajib ‘Wakaf Hijau’? Tuntutan Syarat Izin Baru Berbasis Lingkungan Mencuat

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:26 WIB

Disindir Prabowo Soal Praktik ‘Main Mata’ di Pajak dan Bea Cukai, Menkeu Purbaya Siap Bersih-Bersih Skuad

Minggu, 4 Januari 2026 - 18:00 WIB

Rahasia Gizi Super Ikan Sidat: Omega 3 Tertinggi di Dunia Versi BRIN

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:30 WIB

Samsat Indramayu Luncurkan Kios-K, Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Antre

Sabtu, 3 Januari 2026 - 12:00 WIB

Ketika Bahlil Bicara Soal Mafia Tambang, Begini Katanya

Berita Terbaru