Kemendes Akan Evaluasi Kinerja Pendamping Desa Sebelum Buka Rekrutmen

- Redaksi

Rabu, 19 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat press realese  di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin.

i

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat press realese di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin.

Jakarta, Mevin.ID – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sedang mengevaluasi peraturan terkait pendamping desa dan kinerja para pendamping desa, sebelum melakukan pembukaan rekrutmen.

“Sedang kami evaluasi, baik dari peraturan maupun dari kinerja para pendamping. Jadi, kami tidak ingin pendamping itu tidak maksimal dalam mendampingi desa,” kata Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto kepada wartawan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin.

Apabila evaluasi dan penilaian terhadap kinerja pendamping desa telah selesai dilakukan, kata Yandri melanjutkan, Kemendes berpotensi menata ulang kriteria pendamping desa agar para pihak terpilih merupakan mereka yang benar-benar kompeten dalam menyukseskan beragam program terkait desa, seperti mewujudkan ketahanan pangan.

“Mungkin ada penambahan kriteria ya karena memang sekarang kami fokus kepada ketahanan pangan, pada sifatnya produktivitas,” ujar mantan Wakil Ketua MPR RI itu.

Yandri menyampaikan pula semua pihak yang memenuhi kriteria nantinya dapat ikut serta dalam rekrutmen pendamping desa, termasuk mereka yang sudah pernah menjadi pendamping desa.

Ia mengatakan hanya pihak terafiliasi partai politik dan hendak mencalonkan diri sebagai anggota legislatif yang dilarang mengikuti rekrutmen pendamping desa.

“Karena, mereka kan menerima gaji dari APBN, harusnya mereka kalau nyaleg mundur. Kalau tidak, mereka nanti akan diminta mengembalikan uang gajinya itu. Kalau ada yang melaporkan ke pihak penegak hukum, bahaya itu,” kata Yandri.

Berikutnya ia kembali menegaskan bahwa evaluasi yang dilakukan terhadap kinerja pendamping desa selama ini ditujukan agar para pendamping desa merupakan mereka yang profesional dan fokus mendampingi desa.

“Kami mulai mencermati apa yang terjadi selama ini sehingga itu untuk perbaikan di masa-masa yang akan datang. Kami ingin (pendamping desa) profesional betul, betul-betul fokus untuk mendampingi desa,” kata dia.

Sebelumnya diketahui beredar sejumlah informasi atau berita bohong mengenai rekrutmen pendamping desa di media sosial.

Terkait itu, Kementerian Desa dan PDT pun senantiasa mengingatkan masyarakat, terutama melalui kanal-kanal media sosial mereka seperti Instagram, bahwa sampai saat ini kementerian tersebut belum membuka rekrutmen pendamping desa.

Informasi rekrutmen pendamping desa yang resmi hanya akan dimuat di laman web dan akun-akun media sosial resmi milik Kemendes PDT.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Perang Timur Tengah: Menkeu Purbaya Buka Opsi ‘Berbagi Beban’ Kenaikan Harga BBM Subsidi
Trump Remehkan Lonjakan Harga BBM: “Menang Perang Lawan Iran Jauh Lebih Penting!”
Modus Perusahaan Keluarga: KPK Ungkap Direktur Perusahaan Pemenang Proyek Ternyata ART Bupati Fadia
Setelah Iran, Trump Bidik Kuba: “Rezim Komunis Akan Segera Jatuh!”
“Penyelamat Kami!” Warga Pekalongan Kirim Karangan Bunga ke KPK Usai Penangkapan Bupati Fadia
Skandal Impor Bea Cukai: KPK Sita 5 Mobil Mewah, Enam Pejabat dan Swasta Jadi Tersangka
Ironi Pemilik ‘Bibi Kelinci’: Unggah CCTV Pencurian di Restoran, Selebgram Nabilah O’Brien Malah Jadi Tersangka
Anggaran Makan Bergizi Gratis Pakai Dana Pendidikan, Habiburokhman: Penerimanya Adalah Siswa!

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:05 WIB

Efek Perang Timur Tengah: Menkeu Purbaya Buka Opsi ‘Berbagi Beban’ Kenaikan Harga BBM Subsidi

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:22 WIB

Trump Remehkan Lonjakan Harga BBM: “Menang Perang Lawan Iran Jauh Lebih Penting!”

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:23 WIB

Modus Perusahaan Keluarga: KPK Ungkap Direktur Perusahaan Pemenang Proyek Ternyata ART Bupati Fadia

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:29 WIB

Setelah Iran, Trump Bidik Kuba: “Rezim Komunis Akan Segera Jatuh!”

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:23 WIB

“Penyelamat Kami!” Warga Pekalongan Kirim Karangan Bunga ke KPK Usai Penangkapan Bupati Fadia

Berita Terbaru