Kemenhub akan Operasikan Water Taxi dan Sea Plane di Sejumlah Sentra Pariwisata

- Redaksi

Minggu, 2 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menhub Dudy Purwagandhi bersama Menpar Widiyanthi Putri Wardhana dalam pertemuan membahas dukungan sektor transportasi terhadap pariwisata nasional. Foto : Kemenhub

Menhub Dudy Purwagandhi bersama Menpar Widiyanthi Putri Wardhana dalam pertemuan membahas dukungan sektor transportasi terhadap pariwisata nasional. Foto : Kemenhub

Jakarta, Mevin.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah merencanakan pengoperasian water taxi dan sea plane di sejumlah sentra pariwisata nasional. Hal ini dilakukan sebagai wujud dukungan sektor transportasi untuk pengembangan pariwisata di tanah air.

Demikian yang menjadi salah satu bahasan dalam pertemuan antara Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanthi Putri Wardhana beberapa waktu lalu.

Menhub menyadari betapa pentingnya dukungan sektor transportasi dalam pengembangan sektor pariwisata sebagai pendorong ekonomi nasional. Salah satunya melalui infrastruktur transportasi yang mudah diakses dan saling terkoneksi.

Pemerintah menaruh perhatian lebih terhadap potensi pariwisata sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, sektor pariwisata mampu menghasilkan multiplier effect bukan hanya pemasukan devisa, tetapi juga merangsang pertumbuhan industri, serta membuka lapangan kerja.

Lebih lanjut, terkait pengoperasian water taxi dan sea plane ini, Menhub memaparkan, rencana pengembangan water taxi di pantai barat Pulau Bali, yakni dari kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai (Pantai Sekeh) menuju Pantai Kuta, Pantai Legian, Pantai Seminyak, Pantai Canggu hingga Pantai Uluwatu.

“Penggunaan water taxi ini akan memangkas waktu perjalanan dari bandara ke tujuan wisata, meningkatkan mobilitas dan mempermudah akses secara langsung ke berbagai destinasi wisata. Kemudian mengurai kemacetan di darat dan memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat dan wisatawan,” jelasnya sebagaimana dikutip InfoPublik pada Minggu (2/2/2025).

Sebagai upaya merajut konektivitas yang terintegrasi, Menhub dan Menpar juga mendiskusikan opsi penyediaan pengoperasian seaplane pada kawasan-kawasan potensial pariwisata khususnya pada luxury chain Kementerian Pariwisata.

Opsi lokasi dukungan pengoperasian Seaplane terhadap Pariwisata Nasional antara lain di Bali, Labuan Bajo, dan Sumba.

Pada kesempatan itu, Menpar meminta dukungan Kemenhub untuk meningkatkan konektivitas udara di destinasi wisata prioritas dan super prioritas serta mendukung upaya Kemenpar membangun marine tourism. (*)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danau Singkarak Kelabu: Kayu Gelondongan Tutupi Ikon Wisata Sumatera Barat
Mengapa Banyak Warga RI Memilih Berobat ke Singapura? Menkes: Bukan Cuma Soal Harga
Climbing Festival 2025: Menjaga Nafas Terakhir Karst Citatah, Rumah Tua Para Pemanjat Indonesia
Iuran BPJS untuk Warga Bergaji Tinggi Masih Ditanggung Negara, Menkes Soroti Ketidaktepatan Data
Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda: Oase Hijau, Saksi Bisu Sejarah, dan Paru-Paru Kota Bandung
Ini 15 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, BPOM: Bisa Rusak Ginjal!
Jejak Kolonial di Secangkir Kopi
Jalan Kaki: Ritual Sederhana untuk Menjaga Waras di Tengah Hidup yang Riuh

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 12:52 WIB

Danau Singkarak Kelabu: Kayu Gelondongan Tutupi Ikon Wisata Sumatera Barat

Rabu, 26 November 2025 - 21:46 WIB

Mengapa Banyak Warga RI Memilih Berobat ke Singapura? Menkes: Bukan Cuma Soal Harga

Minggu, 16 November 2025 - 20:04 WIB

Climbing Festival 2025: Menjaga Nafas Terakhir Karst Citatah, Rumah Tua Para Pemanjat Indonesia

Jumat, 14 November 2025 - 10:33 WIB

Iuran BPJS untuk Warga Bergaji Tinggi Masih Ditanggung Negara, Menkes Soroti Ketidaktepatan Data

Selasa, 11 November 2025 - 12:16 WIB

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda: Oase Hijau, Saksi Bisu Sejarah, dan Paru-Paru Kota Bandung

Berita Terbaru