Kenaikan Permukaan Air Laut Ancam Kota-Kota Besar Dunia, Jakarta Termasuk yang Paling Rentan

- Redaksi

Selasa, 11 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga menggendong anaknya melintasi banjir di kawasan Jalan Jembatan 1, Kramat Jati, Jakarta, Senin (3/3/2025). Kawasan di sepanjang aliran Kali Ciliwung tersebut terendem banjir setinggi 30 cm - 130 cm akibat luapan Bendungan Katulampa yang sudah mencapai siaga satu pada Minggu (2/3) malam. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU/pri.

Warga menggendong anaknya melintasi banjir di kawasan Jalan Jembatan 1, Kramat Jati, Jakarta, Senin (3/3/2025). Kawasan di sepanjang aliran Kali Ciliwung tersebut terendem banjir setinggi 30 cm - 130 cm akibat luapan Bendungan Katulampa yang sudah mencapai siaga satu pada Minggu (2/3) malam. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU/pri.

Jakarta, Mevin.ID – Tanda-tanda krisis iklim semakin nyata. Kenaikan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub Bumi mengancam keberadaan sejumlah kota besar di dunia, termasuk Jakarta.

Menurut estimasi NASA, permukaan air laut diprediksi naik 3-6 kaki (0,9-1,8 meter) pada tahun 2100. Dampaknya, ratusan juta orang di wilayah pesisir berisiko kehilangan tempat tinggal mereka.

Jakarta, ibu kota Indonesia, disebut-sebut sebagai salah satu kota yang paling cepat tenggelam di dunia. Laporan dari Sciencing menyebutkan, permukaan air di Jakarta naik sekitar 17 cm per tahun.

Faktor geografis, seperti lokasinya di dataran rendah yang dulunya merupakan rawa, serta adanya 13 sungai yang mengalir ke Laut Jawa, membuat kota ini sangat rentan terhadap banjir dan kenaikan permukaan air laut.

Banjir besar yang melanda Jakarta pada tahun 2007 menjadi bukti nyata kerentanan ini. Saat itu, banjir merenggut 80 nyawa dan menyebabkan kerugian materi hingga ratusan juta dolar AS.

Pada awal Maret 2025, banjir kembali melanda beberapa wilayah di Jabodetabek dan Jawa, dengan Bekasi mencatat kondisi terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pemindahan Ibu Kota: Solusi atau Pengakuan atas Krisis?

Menyikapi ancaman ini, pemerintah Indonesia memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur pada tahun 2022.

Keputusan ini tidak hanya didasarkan pada risiko banjir, tetapi juga masalah polusi udara dan kemacetan yang sudah mencapai titik kritis.

IKN diproyeksikan rampung sepenuhnya pada tahun 2045 dan diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masalah yang dihadapi Jakarta.

“Jakarta diketahui sebagai salah satu kota yang paling cepat tenggelam di dunia. Masalah ini kian ekstrem, hingga pemerintah Indonesia memilih memindahkan ibu kota ke IKN,” tulis Sciencing dalam laporannya.

Kota-Kota Lain yang Terancam

Jakarta bukan satu-satunya kota yang menghadapi ancaman serius. Beberapa kota besar lain di dunia juga diprediksi akan tenggelam jika kenaikan permukaan air laut tidak segera diatasi.

Kota-kota tersebut antara lain Alexandria di Mesir, Miami di Florida, Lagos di Nigeria, Dhaka di Bangladesh, Yangon di Myanmar, Bangkok di Thailand, Kolkata di India, Manila di Filipina, serta kawasan megapolis Guangdong-Hong Kong-Makau.

Tantangan Global yang Memerlukan Aksi Nyata

Perubahan iklim dan dampaknya terhadap kenaikan permukaan air laut telah menjadi tantangan global yang memerlukan respons serius dari seluruh negara.

Upaya mitigasi, seperti pengurangan emisi gas rumah kaca, serta adaptasi melalui pembangunan infrastruktur tahan banjir dan relokasi penduduk dari daerah rawan, menjadi langkah krusial untuk mengurangi risiko yang dihadapi oleh kota-kota pesisir.

Jika tidak ada tindakan nyata, legenda Atlantis—kota yang tenggelam—bukan lagi sekadar cerita, melainkan kenyataan pahit yang akan dihadapi oleh jutaan penduduk dunia.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasca OTT Depok: Ruang Pimpinan PN Disegel KPK, PT Bandung Ajukan Pengisian Jabatan Kosong
OTT Depok: KPK Amankan Ketua dan Wakil Ketua PN Terkait Sengketa Lahan Anak Usaha Kemenkeu
Tagih Hak Lingkungan Sehat, Warga Rawa Buntu Layangkan Gugatan Rp21,6 Miliar Terkait Polusi Sampah
Pramono Anung ke Andra Soni: Kalau Tangsel Belum Bisa Atasi Sampah, Jakarta Siap Bantu!
Status BPJS PBI Tiba-tiba Nonaktif? Dirut BPJS Kesehatan: Itu Wewenang Kemensos, Bukan Kami!
Langkah Awal Pengurus Baru Alumni Farmasi Pancasila: Pererat Silaturahmi, Bangun Sinergi dengan Almamater
Heboh Penonaktifan BPJS PBI, Mensos Gus Ipul Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien!
Waspada! BMKG Terbitkan Status Siaga Hujan Lebat di Jabodetabek 6-7 Februari, Wilayah Ini Berpotensi Banjir

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:07 WIB

Pasca OTT Depok: Ruang Pimpinan PN Disegel KPK, PT Bandung Ajukan Pengisian Jabatan Kosong

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:05 WIB

OTT Depok: KPK Amankan Ketua dan Wakil Ketua PN Terkait Sengketa Lahan Anak Usaha Kemenkeu

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:58 WIB

Tagih Hak Lingkungan Sehat, Warga Rawa Buntu Layangkan Gugatan Rp21,6 Miliar Terkait Polusi Sampah

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:51 WIB

Pramono Anung ke Andra Soni: Kalau Tangsel Belum Bisa Atasi Sampah, Jakarta Siap Bantu!

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:26 WIB

Status BPJS PBI Tiba-tiba Nonaktif? Dirut BPJS Kesehatan: Itu Wewenang Kemensos, Bukan Kami!

Berita Terbaru