Kepala BNPB Akui Keliru Memperkirakan Dampak Banjir Sumatera, Minta Maaf di Hadapan Warga

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan langkah penanganan banjir dan longsor di Sumut. (BNPB)

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan langkah penanganan banjir dan longsor di Sumut. (BNPB)

Jakarta, Mevin.ID — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan permohonan maaf setelah melihat langsung skala kerusakan akibat banjir bandang di Sumatera. Ia mengakui, apa yang dilihat di lapangan jauh lebih besar dari yang diperkirakan pusat.

“Saya surprise, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati,” ujar Suharyanto saat meninjau Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Minggu (30/11/2025), sebagaimana disiarkan Kompas TV.

Kedatangan Suharyanto ke lokasi terdampak didampingi Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu. Ia menegaskan bahwa penanganan pascabencana terus dikerjakan, termasuk pemenuhan kebutuhan logistik bagi warga yang masih mengungsi.

Pernyataan Berubah Setelah Tiba di Lapangan

Sebelumnya, pada Jumat (28/11), Suharyanto sempat merespons dingin informasi yang beredar di media sosial soal parahnya banjir di Sumatera. Ia mengatakan situasi sudah membaik di sebagian besar wilayah, dan yang terberat hanya di Tapanuli Tengah.

“Kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial, tetapi saat kami tiba, banyak daerah yang sudah tidak hujan,” ujarnya saat konferensi pers waktu itu.

Data BNPB menunjukkan korban jiwa akibat banjir dan longsor di Sumatera—meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—terus meningkat. Hingga Senin (1/12), total korban meninggal dilaporkan mencapai 604 orang.

Belum Berstatus Bencana Nasional

BNPB tetap mempertahankan penanganan dalam skala provinsi, bukan bencana nasional. Suharyanto menyatakan bahwa meskipun status tidak dinaikkan, bantuan pemerintah pusat tetap besar-besaran.

“Pemerintah pusat melalui BNPB, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga memberikan dukungan maksimal. Presiden mengerahkan bantuan besar, TNI mengirim alutsista, dan BNPB menggerakkan seluruh kekuatan yang ada,” ujarnya.

Banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera itu juga memicu diskusi publik soal mitigasi, respons cepat, serta kesenjangan persepsi antara informasi di lapangan dan laporan resmi.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tangis Pilu di Ruang MK: Anak Wartawan Eva Pasaribu Pertanyakan Keterbukaan Hukum Kasus Oknum TNI
Alasan KPK Seret Ono Surono dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi
KLH Gugat Rp4,8 Triliun ke 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumut
KPK Cecar Ono Surono Soal Aliran Uang Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara
BMKG Tetapkan Status Awas, 3 Provinsi Ini Berpotensi Hujan Lebat & Banjir
KPK Tegaskan Punya Bukti Ketua PBNU Kasus Korupsi Kuota Haji
Kasus Korupsi Ade Kunang, Benarkah KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono? 
BPOM Tarik Susu Formula Nestle S-26, Waspadai Potensi Toksin Cereulide yang Tahan Panas

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:32 WIB

Tangis Pilu di Ruang MK: Anak Wartawan Eva Pasaribu Pertanyakan Keterbukaan Hukum Kasus Oknum TNI

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:30 WIB

Alasan KPK Seret Ono Surono dalam Kasus Korupsi Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:00 WIB

KLH Gugat Rp4,8 Triliun ke 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumut

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:40 WIB

KPK Cecar Ono Surono Soal Aliran Uang Kasus Korupsi Bupati Bekasi Ade Kuswara

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:13 WIB

BMKG Tetapkan Status Awas, 3 Provinsi Ini Berpotensi Hujan Lebat & Banjir

Berita Terbaru