Kerusuhan Pecah di Karachi: Konsulat AS Diterobos, 9 Orang Tewas dalam Bentrokan

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah plakat protes menentang serangan AS-Israel terhadap Iran di San Francisco, Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026).

i

Sebuah plakat protes menentang serangan AS-Israel terhadap Iran di San Francisco, Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026).

KARACHI, Mevin.ID – Situasi di Karachi, Pakistan, mencekam setelah aksi protes berujung bentrokan fisik antara aparat kepolisian dan massa pengunjuk rasa pecah pada [Hari, Tanggal Saat Ini]. Aksi ini dipicu oleh kemarahan warga atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang diklaim akibat serangan gabungan AS-Israel.

Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dan 40 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tragis yang melibatkan penerobosan kompleks Konsulat Amerika Serikat tersebut.

Korban Jiwa dan Luka-luka

Dr. Sabir Memon, Kepala Pusat Trauma di Rumah Sakit Sipil Karachi, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima jasad sembilan pengunjuk rasa yang tewas akibat luka tembak.

“Sebanyak 32 korban luka saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit kami. Sementara itu, delapan korban luka lainnya telah dipindahkan oleh pihak keluarga ke rumah sakit swasta,” ujar Dr. Memon.

Dari pihak aparat, dokter kepolisian Dr. Summaiya Syed menuturkan bahwa dua anggota polisi termasuk di antara puluhan korban luka akibat bentrokan tersebut.

Kronologi Penerobosan Konsulat

Ketegangan bermula ketika ratusan pengunjuk rasa bergerak menuju Konsulat AS yang terletak di Karachi bagian selatan. Polisi awalnya berusaha membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata dan melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Namun, situasi tak terkendali. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan pengunjuk rasa berhasil menembus barikade dan memasuki kompleks konsulat. Massa merusak fasilitas, memecahkan jendela, dan membakar sebagian ruang resepsionis. Di luar kompleks, massa juga membakar pos pemeriksaan polisi dan ban sebagai bentuk protes.

Aksi Serupa di Berbagai Kota

Gelombang protes ini tidak hanya terjadi di Karachi. Di Lahore, bentrokan serupa terjadi antara pengunjuk rasa dan polisi saat massa berusaha menuju Konsulat AS di kota tersebut.

Sementara itu, di ibu kota Islamabad, otoritas setempat mengambil langkah preventif dengan memblokade seluruh akses jalan menuju kawasan diplomatik, tempat kedutaan besar asing—termasuk Kedutaan Besar AS—berada.

Respon Pemerintah

Menanggapi insiden berdarah ini, pemerintah Provinsi Sindh telah membentuk komite khusus untuk menyelidiki bentrokan dan penyebab kematian para pengunjuk rasa.

Pemerintah setempat menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan mendesak masyarakat untuk tetap tenang serta menyampaikan aspirasi mereka secara damai tanpa tindakan anarkis.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Antara

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan
LPBI NU Jawa Barat Kutuk Keras Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: “Ancaman Nyata bagi Demokrasi!”
Update OTT Cilacap: KPK Sita Sejumlah Uang Tunai
Badai OTT di Cilacap: KPK Amankan Bupati Syamsul Auliya dan 26 Orang Lainnya

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:14 WIB

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:11 WIB

Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:29 WIB

KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:07 WIB

Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:12 WIB

LPBI NU Jawa Barat Kutuk Keras Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: “Ancaman Nyata bagi Demokrasi!”

Berita Terbaru