BANDUNG BARAT, Mevin.ID – Isak tangis dan trauma mendalam menyelimuti warga Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Ai Siti Jubaedah, salah satu warga yang berhasil selamat, menceritakan detik-detik mengerikan saat material tanah dari kaki Gunung Burangrang menerjang pemukiman mereka pada Jumat (23/1/2026) dini hari.
Suara Dentuman dan Listrik Padam
Menurut Ai Siti, bencana tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Sebelum tanah longsor menerjang, ia mendengar suara yang sangat keras dan tidak biasa.
“Terdengar benturan-benturan kayak bom gitu pukul 11.00. Pas kejadian longsor itu jam 2 dini hari,” ungkap Ai Siti dengan nada bergetar saat ditemui di lokasi pengungsian.
Tak lama setelah suara dentuman keras tersebut, seluruh aliran listrik di kampungnya langsung padam total, menambah suasana mencekam di tengah kegelapan malam.
View this post on Instagram
Warga Tak Sempat Menyelamatkan Diri
Kecepatan aliran material longsor membuat banyak warga tidak memiliki waktu untuk menyelamatkan diri, terutama mereka yang rumahnya berada tepat di jalur lintasan longsor. Ai Siti menjelaskan bahwa arus tanah datang begitu mendadak.
“Ada yang sempat (lari), ada yang enggak. Yang terdampak langsung mah enggak sempat menyelamatkan diri karena alurnya langsung ke sana,” jelasnya.
17 Keluarga Masih Hilang
Hingga saat ini, Ai Siti dan warga lainnya masih dirundung kecemasan karena banyak kerabat mereka yang belum ditemukan.
Berdasarkan informasi yang ia terima di lapangan, terdapat belasan keluarga yang diduga masih tertimbun.
- Total Hilang: Informasi terbaru menyebutkan ada sekitar 17 keluarga yang belum ditemukan sama sekali.
- Satu Keluarga Besar: Di antaranya adalah keluarga Pak Jajang yang terdiri dari 5 orang, meliputi suami, istri, menantu, anak, hingga cucu yang masih kecil.
- Personel TNI: Selain warga sipil, Ai Siti juga mendapat informasi adanya anggota TNI yang sedang berlatih di kawasan tersebut yang turut terbawa arus longsor.
Saat ini, Ai Siti bersama warga yang selamat lainnya mengungsi di Aula Desa Pasirlangu dan sebagian lagi di rumah kerabat di kampung sebelah.
Harapan besar tertuju pada tim SAR gabungan yang masih terus berupaya melakukan pencarian di tengah medan yang sulit.***
Penulis : Bar Bernad


























