Ketika Reog dan Kolintang Menggema Lagi: Indonesia Resmi Kantongi Sertifikat UNESCO

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mevin.ID — Ada momen kecil yang terasa besar di Museum Nasional, Selasa (2/12). Di sebuah ruangan yang lebih sering dipenuhi bisik-bisik sejarah, Indonesia menerima sesuatu yang jauh lebih dari sekadar dokumen: sertifikat Warisan Budaya Takbenda UNESCO untuk Reog Ponorogo dan kolintang.

Dua kesenian ini—satu lahir dari tanah Jawa Timur dengan topeng dadak merak yang megah, satu lagi dari Minahasa dengan denting kayu yang hangat—kini mendapat pengakuan dunia sebagai bagian penting dari memori umat manusia.

Namun bagi Endah Tjahjani Dwirini Retnoastuti, Dirjen Diplomasi, Promosi, dan Kerjasama Kebudayaan, sertifikat itu bukan titik akhir. Justru sebaliknya.

“Masuk dalam daftar UNESCO bukan akhir perjalanan. Ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk melestarikan dan mengembangkannya,” ujarnya.

Sertifikat tersebut diserahkan Kementerian Luar Negeri kepada Kementerian Kebudayaan, sebelum akhirnya dokumen asli dikirimkan ke Arsip Nasional (ANRI) sebagai penjaga memori bangsa. Pemerintah daerah dan komunitas budaya menerima salinan—sebagai amanah, bukan sekadar simbol.

“Pemerintah daerah adalah pengayom dasar untuk perlindungan dan pengembangan warisan budaya,” lanjut Endah.

Di tengah dunia yang bergerak cepat, pengakuan ini terasa seperti jeda pendek untuk mengingat: Indonesia tidak hanya kuat karena sumber daya alam, tetapi juga karena cerita, tari, bunyi, dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Endah menegaskan, negara akan terus hadir dalam upaya pelestarian. Bukan hanya menjaga bentuknya, tapi menjaga ruhnya—agar tetap hidup di tengah generasi yang serba digital.

“Setiap langkah dan pencapaian adalah hasil gotong-royong kita semua,” tutupnya.

Kini Indonesia memiliki 16 Warisan Budaya Takbenda yang diakui UNESCO: dari wayang dan keris hingga jamu dan kebaya. Reog Ponorogo dan kolintang resmi bergabung dalam daftar tersebut—melanjutkan napas panjang tradisi yang telah dijaga ratusan tahun.

Dan seperti bunyi kolintang yang jernih dan gerak Reog yang gagah, pengakuan ini mengingatkan kita bahwa budaya bukan hanya milik masa lalu—tapi juga kompas untuk masa depan.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Memungut Serpihan Masa Lalu dalam “Broken Strings”. Belum Baca? Ini Linknya.
Menikah dengan Adat Jawa, Darma Mangkuluhur Undang Brian McKnight di Malam Resepsi
Menbud Fadli Zon Sesalkan Pembongkaran Rumah Adat Toraja: Akibat Sengketa Lahan Sejak 1986
Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Indro Warkop: Ini Kemunduran Cara Berpikir Bangsa
Slank Kembali “Menyentil”! Rilis Lagu Baru Berjudul ‘Republik Fufufafa’ di HUT ke-42
Komunitas Keyboardist Majalengka Gelar Anniversary ke-8, Antusiasme Anggota Diluar Prediksi
Heboh Isu Ayu Aulia Jadi Tim Kreatif Kemhan, Ini Fakta dan Profil Sang Selebgram
Membanggakan! “Stecu Stecu” Faris Adam Jadi Satu-satunya Wakil Asia Tenggara di TikTok Global Songs 2025

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:16 WIB

Memungut Serpihan Masa Lalu dalam “Broken Strings”. Belum Baca? Ini Linknya.

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:44 WIB

Menikah dengan Adat Jawa, Darma Mangkuluhur Undang Brian McKnight di Malam Resepsi

Minggu, 11 Januari 2026 - 19:24 WIB

Menbud Fadli Zon Sesalkan Pembongkaran Rumah Adat Toraja: Akibat Sengketa Lahan Sejak 1986

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:06 WIB

Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Indro Warkop: Ini Kemunduran Cara Berpikir Bangsa

Senin, 29 Desember 2025 - 21:14 WIB

Slank Kembali “Menyentil”! Rilis Lagu Baru Berjudul ‘Republik Fufufafa’ di HUT ke-42

Berita Terbaru