Ketua AWI Majalengka Minta Tidak Ada Dikotomi Media: “Media Lokal Justru yang Getol Memberitakan Daerah”

- Redaksi

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Kabupaten Majalengka, Abdullah

Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Kabupaten Majalengka, Abdullah

Majalengka, Mevin.ID — Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Kabupaten Majalengka, Abdullah, menyerukan agar tidak ada lagi dikotomi antara media mainstream dan media lokal.

Hal ini disampaikannya pada Jumat (12/12/2025), menyusul polemik ucapan “media mainstream” dalam acara Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Majalengka sehari sebelumnya.

Abdullah menilai pembagian media ke dalam kategori-kategori yang dianggap berbeda kelas justru dapat menimbulkan jarak di antara sesama pekerja pers.

“Hemat saya, jangan ada dikotomi antara media mainstream dan lokal. Media lokal itu loh yang getol memberitakan Majalengka,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa media lokal selama ini menjadi pihak yang paling aktif menayangkan rilis-rilis resmi Pemkab Majalengka melalui Dinas Kominfo, tanpa menerima imbalan apa pun.

“Coba cek rilisan Pemkab lewat Kominfo. Mayoritas yang menayangkan itu media lokal. Apakah mereka dibayar? Kan tidak,” kata pemilik Majalah Abchannel tersebut.

Abdullah berharap tidak ada lagi pihak yang merendahkan atau membedakan media lokal dan mainstream, apalagi setelah munculnya kabar bahwa salah satu media besar pernah memperoleh iklan hingga Rp300 juta.

“Cukuplah ramai soal itu dulu. Sekarang dalam acara ICMI singgung media lokal lagi,” ujarnya.

Polemik Bermula dari Ucapan Ketua ICMI Majalengka

Seruan AWI muncul setelah pernyataan Ketua ICMI Orda Kabupaten Majalengka, Diding, dalam sebuah acara di sebuah hotel ternama pada Kamis (11/12/2025).

Dalam sesi wawancara, Diding menyebut akan mengundang “media resmi, media mainstream” untuk agenda mereka pekan depan.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah awak media yang hadir, karena dianggap menyinggung eksistensi dan kerja-kerja jurnalistik media lainnya.

Salah satu awak media menyebut istilah itu muncul setelah ada celetukan tambahan “media yang terverifikasi Dewan Pers”, yang dinilai mempertegas pembatasan media yang dianggap layak diundang.

ICMI Majalengka Minta Maaf: “Ini Pembelajaran Positif”

Dihubungi terpisah, Diding menyampaikan permohonan maaf dan mengaku tidak menyangka bahwa ucapannya akan menimbulkan polemik.

“Ini jadi pembelajaran positif buat ke depannya supaya lebih baik lagi,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Ia juga menegaskan bahwa urusan publikasi sebenarnya sudah dikoordinasikan dengan dua wartawan senior yang biasa menangani komunikasi.

“Hampura, wawasan abdi tentang kemediaan terbatas. Saya sudah percayakan ke Bu Tati dan A Asep yang menanganinya. Tidak menduga akan jadi seperti ini. Akan saya evaluasi agar tidak terulang,” tutupnya.***

Facebook Comments Box

Penulis : Ahmad Hudri Harisman

Editor : Salman Faqih

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH
Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional
Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan
Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar
Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan
Lembang dan Ciwidey Terancam “Tenggelam” dalam Beton, FK3I Desak Gubernur Dedi Mulyadi Evaluasi Izin Wisata
Netizen Murka! Satwa Dilindungi Jadi Konten Joget, Otoritas Kejar Pelaku Hingga Jambi.
Kabar Baik! Bupati Bogor Temui Pendemo di Cigudeg: Kompensasi Cair Minggu Depan, Jalan Khusus Tambang Dikebut

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:13 WIB

Warga Soreang Lega! Proyek Perumahan Kampung Legok Keas Resmi Dihentikan Sementara oleh DLH

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:44 WIB

Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:30 WIB

Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:54 WIB

Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:49 WIB

Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan

Berita Terbaru