Khawatir Kedaulatan Data Bocor, Zambia Tolak Kesepakatan Kesehatan US$1 Miliar dengan AS

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi data pribadi (antara/shutterstock)

i

Ilustrasi data pribadi (antara/shutterstock)

JAKARTA, Mevin.ID – Zambia secara resmi menolak sebagian dari kesepakatan bantuan kesehatan global senilai lebih dari US$1 miliar (sekitar Rp16,7 triliun) yang ditawarkan oleh Amerika Serikat.

Penolakan ini berakar pada kekhawatiran serius pemerintah Zambia mengenai klausul data sharing (berbagi data) yang dinilai berisiko terhadap kedaulatan informasi negara.

Perundingan yang sedianya bertujuan untuk meningkatkan penanganan HIV, malaria, serta kesehatan ibu dan anak selama lima tahun ke depan ini terhenti setelah Zambia meminta revisi total terhadap draf perjanjian.

Kedaulatan Data dan Risiko Satu Arah

Juru bicara Kementerian Kesehatan Zambia menyatakan bahwa draf revisi yang diajukan AS tidak sejalan dengan kepentingan nasional mereka.

Kekhawatiran utama terletak pada mekanisme pertukaran data yang dinilai bersifat satu arah—dari Zambia ke AS—yang dikhawatirkan hanya akan menguntungkan pihak Amerika.

Pegiat kesehatan dari Treatment, Advocacy and Literacy Campaign (TALC), Owen Mulenga, memperingatkan bahwa perjanjian tersebut berpotensi mengeksploitasi data sensitif warga Zambia.

Kaitan dengan Sumber Daya Alam

Laporan menyebutkan bahwa penolakan Zambia juga dipicu oleh adanya indikasi kaitan antara pendanaan kesehatan dengan akses terhadap sektor pertambangan.

Zambia adalah produsen tembaga terbesar kedua di Afrika dan memiliki kekayaan mineral penting lainnya seperti kobalt, nikel, dan litium.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebelumnya dikabarkan mengajukan pakta bilateral yang mengaitkan bantuan luar negeri dengan kepentingan nasional AS, termasuk akses sumber daya alam.

Indonesia dan Isu Data dalam ART

Isu kedaulatan data ini kontras dengan apa yang baru saja disepakati antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dalam perjanjian dagang Agreement on Reciprocal Tariff (ART), kedua negara telah menyepakati aturan mengenai transfer data lintas batas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa transfer data lintas batas dalam kesepakatan tersebut bersifat terbatas dan akan berlandaskan pada undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Zambia bukanlah negara Afrika pertama yang menarik diri dari pembicaraan pendanaan kesehatan dengan AS; Zimbabwe sebelumnya melakukan hal serupa dengan alasan kekhawatiran terhadap data sensitif dan ketidakadilan perjanjian.**”

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Agraria Kampung Pilar Bekasi Dibawa ke Senayan, Warga Serahkan Berkas Sengketa ke DPR RI
Standar Kelayakan Bermasalah, BGN Hentikan Sementara Operasional 1.512 Satuan Pelayanan Gizi di Pulau Jawa
Siasat Teheran dan Penumpukan Cadangan Beijing: 11,7 Juta Barel Minyak Iran Menembus Blokade Selat Hormuz
Iran Tutup Total Selat Hormuz bagi Sekutu AS-Israel, Targetkan Serangan Langsung
Eks Menag Yaqut Dipanggil KPK sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji, Usai Praperadilannya Ditolak 
Dunia di Ambang Krisis: 85 Negara Naikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Israel vs Iran, Vietnam Terparah!
Plot Twist Kasus Ijazah Jokowi: Rismon Sianipar Klaim Temuan Baru dan Resmi Ajukan Damai ke Polda Metro
KPK Endus “Jatah Bulanan” Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno dari Pengamanan Tambang di Kukar

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:25 WIB

Konflik Agraria Kampung Pilar Bekasi Dibawa ke Senayan, Warga Serahkan Berkas Sengketa ke DPR RI

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:02 WIB

Standar Kelayakan Bermasalah, BGN Hentikan Sementara Operasional 1.512 Satuan Pelayanan Gizi di Pulau Jawa

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:48 WIB

Siasat Teheran dan Penumpukan Cadangan Beijing: 11,7 Juta Barel Minyak Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:18 WIB

Iran Tutup Total Selat Hormuz bagi Sekutu AS-Israel, Targetkan Serangan Langsung

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:30 WIB

Eks Menag Yaqut Dipanggil KPK sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji, Usai Praperadilannya Ditolak 

Berita Terbaru