Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK, Mevin.ID – Setelah 18 tahun terpisah dari tanah air, seorang perempuan warga negara Malaysia, Norida Akmal Ayob, akhirnya berhasil kembali ke pangkuan keluarganya di Malaysia.

Perjalanan panjang penuh liku itu berakhir sudah, setelah dirinya selama hampir dua dekade bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Norida pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia dengan mengikuti suaminya yang merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Namun, bahtera rumah tangga yang dibinanya tidak bertahan lama dan berakhir dengan perceraian. Sejak saat itu, Norida harus menjalani peran ganda sebagai ibu sekaligus tulang punggung keluarga.

Dengan dua anak yang harus dirawat, ia terpaksa bekerja serabutan. Kondisi ekonomi yang mencekik membuatnya tak punya banyak pilihan.

Bertahun-tahun lamanya, perempuan Malaysia itu menyapu jalanan di Lombok demi menyambung hidup.

Upah yang pas-pasan bahkan tak mampu membiayai pendidikan anak-anaknya, yang harus putus sekolah di tengah jalan.

Nasib pilu Norida bagaikan tak ada ujung. Namun, titik terang mulai tampak setelah kisahnya sampai ke telinga pihak berwenang Malaysia melalui laporan dari keluarga yang masih mencarinya. Proses diplomatik pun segera digerakkan.

Pemulangan Norida menjadi mungkin berkat kolaborasi erat antara Pemerintah Malaysia dan Indonesia. Kementerian Luar Negeri Malaysia, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, serta otoritas imigrasi kedua negara bahu-membahu mengurus administrasi dan proses kepulangannya.

Kerja sama lintas negara itu akhirnya memutus rantai penantian panjang Norida untuk kembali ke tanah kelahirannya.

Kini, setelah hampir dua dekade hidup dalam ketidakpastian, Norida akhirnya bisa berkumpul kembali dengan sanak saudaranya di Malaysia. Ia pulang dengan membawa harapan baru untuk memulai lagi hidup yang lebih baik.

Kisah perjuangan Norida menjadi pengingat yang mengharukan bahwa secerca harapan selalu ada, bahkan setelah melewati tahun-tahun tergelap sekalipun.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​”Freddy Alex Damanik: Penyerangan Aktivis KontraS Bukan Kriminal Biasa, Harus Prioritas!”
Jelang Sidang Putusan Kasus YouTuber Resbob, Akankah Masyarakat Sunda Memaafkan?
Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!
Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1
Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 07:09 WIB

​”Freddy Alex Damanik: Penyerangan Aktivis KontraS Bukan Kriminal Biasa, Harus Prioritas!”

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:05 WIB

Jelang Sidang Putusan Kasus YouTuber Resbob, Akankah Masyarakat Sunda Memaafkan?

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:28 WIB

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1

Berita Terbaru