Kisah Siti Royanah Mencari Keadilan untuk Azka yang Diduga Tewas Akibat Perundungan

- Redaksi

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siti Royanah (42) Ibunda Azka Rizki Dukuh Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kabupaten Brebes

Siti Royanah (42) Ibunda Azka Rizki Dukuh Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kabupaten Brebes

BREBES, Mevin.ID – Di sebuah ruang tamu sederhana di Dukuh Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kabupaten Brebes, tangan Siti Royanah (42) bergetar.

Ia mendekap erat sebuah bingkai foto. Di dalamnya, wajah Azka Rizki Fadholi menatap tenang—sebuah kenangan yang kini menjadi satu-satunya pelipur lara sekaligus sumber luka yang mendalam.

Sudah tiga bulan berlalu sejak Azka pergi untuk selamanya pada Selasa, 12 Agustus 2025. Namun bagi Siti, waktu seolah berhenti di hari itu.

Matanya berkaca-kaca saat menceritakan kembali detik-detik sebelum buah hati yang dikenal sangat penurut itu mengembuskan napas terakhir.

Bermula dari Pulang Sekolah yang Tak Ceria

Semua bermula pada Jumat, 8 Agustus 2025. Siti mengenang kepulangan Azka yang tidak seperti biasanya. Tak ada tawa atau cerita. Sang anak langsung masuk ke kamar dan mengurung diri.

“Kepala saya sakit Bu, nggak kuat buat bangun,” lirih Siti menirukan ucapan Azka saat itu, ketika sang paman mengajaknya berangkat Salat Jumat.

Kecurigaan Siti menguat keesokan harinya. Meski Azka memaksakan diri sekolah, Siti melihat kaos kaki anaknya kotor berlumpur, seolah habis terperosok. Azka tetap bungkam hingga malam tiba, saat rasa sakit di sekujur tubuhnya tak lagi bisa disembunyikan.

“Almarhum akhirnya mengaku sakit di bagian dada dan tangan. Pas saya suruh gerakin tangannya, sudah tidak bisa. Akhirnya saya bawa ke tukang urut,” kenang Siti dengan suara parau.

Detik-Detik Terakhir dan Dugaan Perundungan

Kondisi Azka memburuk cepat. Senin pagi, ia mengalami kejang. Siti yang panik melarikan anaknya ke Puskesmas, namun ditolak dan disarankan langsung ke rumah sakit.

Azka akhirnya dirawat di RS Harapan Sehat Jatibarang. Namun, hanya satu hari bertahan, Azka dinyatakan meninggal dunia pada Selasa petang setelah trombositnya terus menurun.

Sebelum napasnya terhenti, sebuah pengakuan memilukan keluar dari bibir Azka. Ia menyebutkan empat nama teman sekolahnya di MTS Miftahul Ulum Rengaspendawa yang diduga melakukan tindakan bullying (perundungan) kepadanya.

Menolak “Uang Damai” demi Keadilan

Pasca-kepergian Azka, pihak sekolah dan keluarga terduga pelaku sempat mendatangi rumah duka untuk melakukan mediasi. Siti menyebut, dalam pertemuan itu sempat ada saran pemberian “uang damai”. Namun, bagi keluarga Siti, nyawa Azka tidak bisa ditukar dengan rupiah.

“Kami menolak. Kami ingin keadilan,” tegasnya.

Didampingi kuasa hukum Fery Junaidi S.H., Siti resmi melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Brebes pada 21 Agustus 2025. Namun, hingga penghujung tahun ini, Siti merasa penanganan kasusnya berjalan di tempat.

Menanti Ketegasan Hukum

Tiga bulan sudah laporan itu masuk ke kepolisian. Panggilan terakhir yang diterima Siti terjadi pada 24 September lalu saat dimintai keterangan lebih lanjut oleh Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Resandro Handriajati.

“Saya sudah lapor, sudah tiga bulan tapi belum ada perkembangan signifikan,” keluh Siti penuh harap.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Satreskrim Polres Brebes belum memberikan respons melalui pesan singkat terkait perkembangan kasus dugaan perundungan yang berujung maut ini.

Bagi Siti Royanah, perjuangan ini bukan sekadar tentang laporan di atas kertas. Ini adalah janji seorang ibu kepada anaknya yang telah tiada, agar tak ada lagi “Azka-Azka” lain yang harus layu sebelum berkembang karena kerasnya dunia perundungan di sekolah.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Tribunnews

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Ngepringan Mandi Lumpur di Kubangan, Protes Jalan Rusak yang Puluhan Tahun Tak Diperbaiki
Warga Banda Heboh! Temuan Telur Ayam Diduga Palsu: Dibanting Tak Pecah, Digoreng Meletup
Geger Ritual Mandi “Celup” di Pantai Karang Hawu, Janjikan Harta dan Jodoh Berujung Kontroversi
Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib
Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan
Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan
Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi
Viral Aksi Kejam di NTT: Burung Hantu Manguni Ditembak Hanya Karena “Mengganggu Tidur”

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:46 WIB

Kades Ngepringan Mandi Lumpur di Kubangan, Protes Jalan Rusak yang Puluhan Tahun Tak Diperbaiki

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:50 WIB

Warga Banda Heboh! Temuan Telur Ayam Diduga Palsu: Dibanting Tak Pecah, Digoreng Meletup

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:31 WIB

Geger Ritual Mandi “Celup” di Pantai Karang Hawu, Janjikan Harta dan Jodoh Berujung Kontroversi

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:10 WIB

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:29 WIB

Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan

Berita Terbaru