Majalengka, Mevin.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka Provinsi Jawa Barat telah memulai salah satu program yang tercantum di Kartu HADE yang kemudian dituangkan dalam RPJMD, yaitu Program Satu Desa Satu Sarjana (SDSS).
Sebelumnya, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, MM., menjelaskan bahwa kartu Hade yang disosialisasikan saat kampanye, merupakan sebuah kartu identitas sebagai salah satu alat sosialisasi kampanye.
Kartu Hade merupakan catatan terkait rencana program secara tertulis yang kemudian menjadi alat untuk mengingat program apa saja yang akan dijalankan saat terpilih jadi Bupati Majalengka, jadi bukan alat untuk mendapatkan bantuan.
“Dalam Kartu Hade ini tercantum Program Satu Desa Satu Sarjana (SDSS), yang diambil dari keluarga miskin, ini merupakan sebuah perwujudan dari program yang sudah tertuang dalam RPJMD,” jelas Eman kepada beberapa awak media, usai gelaran Festival Yanlik 2025, Selasa (23/12/2025).
Pada tahap awal program SDSS ini, Pemkab Majalengka telah memberikan beasiswa sebanyak 70 orang mahasiswa yang diambil dari 6 kampus di Kabupaten Majalengka.
“Hari ini, kita baru Launching 70 orang dulu, ditahun depan 2026 kita akan bertahap, harapan saya 343 Sarjana di setiap Desa (Kelurahan) dalam kurun waktu jabatan saya dapat tercapai, bahkan pingin saya lebih dari itu,” ungkap Eman.
Pembiayaan Beasiswa Kolaborasi Pemkab Majalengka dengan Baznas Majalengka
Ketua Baznas Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me, mengatakan bahwa program SDSS merupakan program Bupati Majalengka yang luar biasa bagus. Pembiayaan program ini kolaborasi Pemkab Majalengka dengan Baznas Majalengka.
Dikatakan Agus, bahwa 70 orang ini merupakan mahasiswa yang masih aktif mengikuti perkuliahan, namun terkendala biaya. Kedepannya, beasiswa akan dimulai sejak peserta masuk perguruan tinggi.
“70 orang itu tersebar di 6 perguruan tinggi, yaitu dari Universitas Majalengka, Universitas Sindangkasih, Universitas YPIB, Instbunas, Politeknik Mardira Indonesia, serta dari STAI PUI,” jelas Agus, yang juga mantan Ketua Bawaslu Majalengka ini.
Rencananya, masih dikatakan Agus, bahwa ditahun 2026 dan tahun berikutnya, kerjasama tidak hanya melibatkan 6 perguruan tinggi yang disebut diatas saja, namun juga dengan perguruan tinggi yang bekerjasama dengan perusahan-perusahaan di Negara Jepang, yaitu Universitas Teknologi Bandung (UTB).
“Sambil kuliah secara daring di Jepang, mereka juga bisa sambil bekerja di Jepang – hingga selesai – fokus kita masih di Sarjana Strata 1,” jelasnya lagi.
Adapun syarat mendapatkan beasiswa tersebut dikatakan Agus, adalah pertama tercatat sebagai warga Kabupaten Majalengka, kedua tercatat di desil 1 dan 2 (tidak mampu) dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN) Kemensos, dan ketiga berprestasi.
“Beasiswa yang diberikan berupa biaya kuliah, untuk mahasiswa yang 70 tahun 2025 ini per mahasiswa Rp. 3,5 juta per semester,” ucap Agus.
Penandatanganan kerjasama (MOU) dilakukan bersama dalam acara festival Yanlik, antara Pemkab Majalengka, Baznas Majalengka dan 6 perguruan tinggi di Kabupaten Majalengka.
“Mudah-mudahan ini adalah sebuah terobosan baru dari Pak Bupati yang luar biasa dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), salah satunya di ranah pendidikan, itu akan jauh jauh lebih meningkat,” pungkas Agus.***
Penulis : Ahmad Hudri Harisman
Editor : Salman Faqih


























