JAKARTA, Mevin.ID – Di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, Pemerintah Indonesia bergerak cepat memastikan ketahanan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional saat ini dalam posisi aman.
“Kalau cadangan BBM saat ini masih cukup untuk 20 hari ke depan,” ujar Bahlil usai melapor kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Senin (2/3/2026).
Waspada Dampak Penutupan Selat Hormuz
Isu utama yang menjadi perhatian pemerintah adalah potensi penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak global.
Mengingat Indonesia masih bergantung pada impor minyak, fluktuasi harga dunia menjadi ancaman nyata bagi APBN.
Bahlil menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi di Timur Tengah secara real-time untuk menentukan langkah kebijakan yang tepat.
Meski harga minyak dunia berpotensi melonjak, Bahlil memastikan hingga saat ini kondisi tersebut belum memberikan dampak langsung terhadap beban subsidi pemerintah.
Tabel Perbandingan Ketahanan BBM (Proyeksi 2026)
|
Negara |
Ketahanan Stok (Hari) |
Status Produsen |
|---|---|---|
|
Singapura |
30 – 60 |
Net Importer (Hub Refiner) |
|
Thailand |
30 – 45 |
Net Importer (Produsen & Kilang Besar) |
|
Malaysia |
20 – 30 |
Net Exporter |
|
Indonesia |
20 |
Net Importer |
|
Filipina |
15 – 20 |
Net Importer |
Persiapan Jelang Ramadan dan Idul Fitri
Senada dengan Menteri ESDM, Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Pertamina telah memberikan jaminan bahwa stok BBM dan LPG nasional aman, terutama menyambut periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Beberapa langkah strategis yang telah disiapkan antara lain:
- Jalur Alternatif: Menggunakan pengalaman tahun 2025, Pertamina telah menyiapkan rute pelayaran alternatif jika jalur utama terganggu.
- Monitoring Ketat: Pemerintah terus memantau rantai pasok guna menjaga stabilitas harga di tingkat domestik.
- Mitigasi Harga: Upaya menjaga agar defisit APBN 2026 tidak membengkak akibat gejolak harga energi global.
“Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Kami akan mengambil kebijakan yang diperlukan demi kepentingan masyarakat,” pungkas Haryo.***
Editor : Bar Bernad


























