Bandung, Mevin.ID – Rumah Maggot yang terletak di Kelurahan Sukapura terus menunjukkan peran pentingnya dalam mengelola sampah organik dengan pendekatan yang ramah lingkungan.
Pada Rabu, 5 Februari 2025, Rumah Maggot yang terletak di Kelurahan Sukapura terus menunjukkan peran pentingnya dalam mengelola sampah organik dengan pendekatan yang ramah lingkungan.
Rumah Maggot ini tidak hanya sekadar tempat untuk mengolah sampah, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya secara lebih efektif.
Kegiatan pertama yang dilakukan adalah mengolah sampah organik yang terkumpul dari berbagai sumber di sekitar kelurahan. Sampah-sampah ini, yang terdiri dari sisa makanan, daun, dan limbah organik lainnya, dikumpulkan dan diproses dengan menggunakan maggot. Maggot akan membantu mempercepat proses dekomposisi, mengubah sampah menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan kembali.
Tim Rumah Maggot memberikan pakan sebanyak 22 kilogram untuk maggot yang ada. Pakan ini sebagian besar terdiri dari bahan organik yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Dengan pakan yang cukup, maggot dapat berkembang dengan baik, menghasilkan pupuk berkualitas tinggi, dan mendukung proses pengolahan sampah yang lebih cepat dan efisien.
Salah satu hasil yang dapat diperoleh dari rumah maggot adalah telur BSF (Black Soldier Fly). Pada tanggal 5 Februari 2025, tim berhasil memanen telur BSF seberat 19 gram. Telur BSF ini sangat bernilai karena menjadi bibit untuk pengembangan maggot yang lebih banyak lagi di masa depan. Proses pemanenan telur ini penting untuk menjaga kelangsungan siklus pengolahan sampah menggunakan maggot.
Kasgot atau kasur maggot adalah produk sampingan yang dihasilkan dari proses dekomposisi sampah organik oleh maggot. Pada hari itu, tim melakukan pengayakan kasgot untuk memisahkan material yang sudah terdekomposisi sempurna dengan bahan-bahan yang belum. Kasgot yang sudah bersih dan halus siap digunakan sebagai pupuk untuk pertanian atau perkebunan.
Proses pengolahan sampah organik memerlukan kebersihan yang terjaga. Oleh karena itu, pada kegiatan hari itu, tim juga membersihkan ember organik yang digunakan untuk tempat menampung bahan-bahan organik sebelum diproses oleh maggot. Membersihkan ember secara berkala sangat penting untuk mencegah penyebaran bau dan menjaga kesehatan lingkungan kerja.
Langkah terakhir pada hari tersebut adalah memisahkan residu dan kasgot dari biopond, tempat maggot berkembang. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya bahan yang telah terdekomposisi sempurna yang tetap berada di dalam biopond, sementara residu yang tidak berguna dapat dipisahkan dan dibuang atau dimanfaatkan dengan cara lain.
Kegiatan yang dilakukan oleh Rumah Maggot Kelurahan Sukapura ini tidak hanya membantu mengurangi sampah organik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang besar.
Melalui pengolahan sampah menggunakan maggot, sampah organik yang biasanya menjadi masalah dapat diubah menjadi pupuk berkualitas tinggi yang dapat digunakan untuk pertanian atau kebun rumah tangga.
Dengan semakin banyaknya rumah maggot yang berdiri, kita bisa berharap untuk melihat pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan di berbagai wilayah.***


























