BONDOWOSO, Mevin.ID – Di tengah tingginya intensitas hujan yang memicu banjir di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Jakarta, sebagian wilayah di Provinsi Jawa Timur justru mulai melaporkan dampak kekeringan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat fenomena ini terjadi di wilayah Kabupaten Bondowoso.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa kekeringan melanda Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo. Hal ini dipicu oleh penurunan curah hujan yang signifikan di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Dampak Kekeringan di Klekean:
-
Warga Terdampak: Sebanyak 149 Kepala Keluarga (KK) mulai kesulitan mendapatkan akses air.
-
Sektor Pertanian: Lahan persawahan warga mengering karena tidak mendapatkan pasokan air yang memadai, sehingga mengancam aktivitas pertanian setempat.
“Kondisi ini menyebabkan tanah menjadi kering dan berdampak langsung pada mata pencaharian warga,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Kamis (29/1).
Respon Cepat: Distribusi Air & Pompanisasi
Menanggapi situasi tersebut, BNPB memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bondowoso telah dikerahkan secara intensif untuk melakukan penanganan darurat.
Langkah penanganan yang sedang berjalan:
-
Droping Air Bersih: Pendistribusian air dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga masyarakat terdampak.
-
Sistem Pompanisasi: Pemerintah daerah mulai menyiapkan instalasi pompa air untuk mengairi kembali lahan persawahan yang mulai retak dan mengering.
Anomali Cuaca Regional
Fenomena kekeringan di Bondowoso ini tergolong unik mengingat beberapa wilayah lain di Indonesia justru sedang berada di puncak musim penghujan. Selain Bondowoso, BMKG sebelumnya juga memberikan peringatan dini terkait potensi kekeringan di wilayah lain seperti dua kabupaten di Kepulauan Riau (Kepri).
BNPB mengimbau pemerintah daerah lainnya untuk tetap waspada terhadap potensi anomali cuaca yang bisa menyebabkan bencana hidrometeorologi basah (banjir) maupun kering (kekeringan) dalam waktu yang bersamaan di lokasi berbeda.***
Editor : Bar Bernad
Sumber Berita: Antara


























