Kontribusi Koperasi

- Redaksi

Jumat, 7 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Pakpahan Rektor IKOPIN University, Professor of Agricultural Economics (Emeritus), Ministry of Agriculture - ‪‪Cited by 729‬‬ - ‪Economics of Agriculture and Organic Wastes Bioconversion

i

Agus Pakpahan Rektor IKOPIN University, Professor of Agricultural Economics (Emeritus), Ministry of Agriculture - ‪‪Cited by 729‬‬ - ‪Economics of Agriculture and Organic Wastes Bioconversion

KOLOM AGUS Pakhpahan

ANDAIKAN Pasal 33 Ayat 1 diwujudkan dalam pengertian kontribusi koperasi terhadap GDP sama dengan kontribusi koperasi terhadap GDP dari sample negara maju dengan kontribusinya yang tertinggi yaitu 18 % (Perancis, Selandia Baru), dan angka ini kita terapkan untuk Indonesia, dengan asumsi hadir 130.000 koperasi, gambaran apa yang kita akan dapat?

Dongeng Koperasi ini akan berisi dongeng hal tersebut.

Kontribusi Koperasi di negara maju mencapai hampir 20 %, atau persisnya 18% sebagaimana yang diperlihatkan oleh Perancis dan Selandia Baru.

Daftar berikut memperlihatkan kontribusi koperasi di negara maju menurut hasil Conversation with AI Copilot 26 Januari 2025.

1. New Zealand: Approximately 18% (2023)

2. Finland: Around 15% (2023)

3. France: Approximately 18% (2020)

4. Italy: Roughly 14% (2019)

5. Canada (Quebec): Ranges between 10-12% (2023)

6. United States: Significant contributions, especially in agriculture and finance, estimated around 5-6% (2023)

7. Germany: Notable contributions in finance and energy, around 4-5% (2023)

8. Japan: Strong presence in agriculture and retail, approximately 3-4% (2023)

9. Netherlands: Significant in agriculture, around 6-8% (2023)

10. Spain: Notable contributions in agriculture and social services, estimated at 7-8% (2023)

11. Switzerland: Contributions from finance and agriculture, approximately 5% (2023)

12. Sweden: Impact in retail and agriculture, around 3-4% (2023)

13. Denmark: Contributions in agriculture and finance, approximately 5% (2023)

14. Norway: Significant role in agriculture and retail, around 4% (2023)

15. Australia: Notable in agriculture and banking, estimated at 6% (2023)

16. United Kingdom: Presence in retail and financial services, approximately 4-5% (2023)

17. Austria: Significant in agriculture, around 5% (2023)

18. Belgium: Impact in agriculture and retail, approximately 3-4% (2023)

19. Luxembourg: Contributions in financial services, around 3% (2023)

20. Portugal: Notable in agriculture and social services, approximately 6% (2023)

In 2023, Indonesia’s GDP reached approximately IDR 20,892.4 trillion This represents strong economic growth, with a GDP increase of about 5% compared to the previous year.

Kalau kita asumsikan kontribusi Koperasi Indonesia 18% sebagaimana yang berlaku di Perancis, berapa nilainya:

18% of IDR 20,892.4 trillion = 0.18  20,892.4 trillion = IDR 3,760.632 trillion.

Jadi, 18% of Indonesia’s GDP in 2023 is approximately IDR 3,760.632 trillion.

Andaikan di Indonesia terdapat 130 ribu koperasi, berapa nilai pendapatan rata-rata per koperasi Indonesia?

IDR 3,760.632 trillion / 130,000 cooperatives ≈ IDR 28.927 billion per cooperative.

Jadi, rata-rata pendapatan per koperasi/tahun adalah sekitar Rp 28.927 miliar atau per bulan Rp 2,41 milyar.

Dengan demikian apabila pendapatan koperasi memberikan kontribusi terhadap PDB 18 %, dengan nilai PDB tahun 2023, pendapatan per Koperasi +/_ Rp 2,41 milyar/bulan dengan asumsi jumlah koperasi 130000 unit.

Peningkatan kontribusi ini juga akan otomatis memperbaiki distribusi pendapatan antar-kelompok, antar-wilayah dan antar-sektor.

Salam Koperasi. ***

Penulis, Rektor Ikopin Univerity

Facebook Comments Box

Penulis : Agus Pakhpahan

Editor : Dude

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ironi Perang, Ketika Kemarahan Geopolitik Menghancurkan Kemanusiaan di Iran, dan Peran PBB yang Tak Berdaya
Jejak Jemari Kecil di Atas Secarik Kertas, Ketika Bocah 12 Tahun “Menyerah” pada Jakarta
Cermin yang Tak Pernah Berdusta: Menghadapi Kebenaran di Balik Ilusi Ego
Perang, Agama dan Kemanusiaan : Api Identitas di Tengah Abu Peradaban
Perang Para Raksasa, Rakyat Jadi Korban
Menggugat Kedaulatan di Ujung Tanduk, Dampak Kematian Khamenei bagi Peta Geopolitik Global dan Indonesia
Menjaga Kedaulatan di Tengah ‘Penjajahan Perdagangan’
Defisit APBN Rp54,6 Triliun per 31 Januari 2026: Apa Artinya, Kenapa Terjadi, dan Apa Risikonya?

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:34 WIB

Ironi Perang, Ketika Kemarahan Geopolitik Menghancurkan Kemanusiaan di Iran, dan Peran PBB yang Tak Berdaya

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:18 WIB

Jejak Jemari Kecil di Atas Secarik Kertas, Ketika Bocah 12 Tahun “Menyerah” pada Jakarta

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:32 WIB

Cermin yang Tak Pernah Berdusta: Menghadapi Kebenaran di Balik Ilusi Ego

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:21 WIB

Perang, Agama dan Kemanusiaan : Api Identitas di Tengah Abu Peradaban

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:12 WIB

Perang Para Raksasa, Rakyat Jadi Korban

Berita Terbaru