Koperasi Desa Merah Putih Diharapkan Dongkrak Pengembangan Komoditas Unggulan Daerah

- Redaksi

Senin, 10 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi pada acara Rapat Koordinasi Penguatan Ekonomi Desa Jawa Timur Tahun 2025 dengan tema Kebijakan Pengembangan Ekonomi Desa Melalui Koperasi Desa di Surabaya, Minggu (9/3/2025). ANTARA/HO-Kemenkop

Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi pada acara Rapat Koordinasi Penguatan Ekonomi Desa Jawa Timur Tahun 2025 dengan tema Kebijakan Pengembangan Ekonomi Desa Melalui Koperasi Desa di Surabaya, Minggu (9/3/2025). ANTARA/HO-Kemenkop

Surabaya, Mevin.ID – Kementerian Koperasi menyatakan bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dapat menjadi penggerak utama dalam mengembangkan komoditas unggulan daerah, terutama di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di 66.002 desa di seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, dalam acara Rapat Koordinasi Penguatan Ekonomi Desa Jawa Timur Tahun 2025 dengan tema Kebijakan Pengembangan Ekonomi Desa Melalui Koperasi Desa di Surabaya, Minggu.

Potensi Komoditas Unggulan Desa

Zabadi menekankan bahwa setiap desa memiliki komoditas lokal yang dapat diidentifikasi sebagai daya tarik dan potensi ekonomi.

“Banyak komoditas unggulan lokal yang berpotensi dikembangkan oleh desa melalui koperasi, seperti di sektor peternakan, perikanan, pertanian, dan pariwisata. Ini dapat mengaktifkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan dan skala usaha komoditas unggulan di desa akan lebih cepat dan besar jika dikonsolidasikan melalui koperasi.

“Melalui Kopdes, pemerintah optimistis dapat membangun simpul perekonomian yang dimulai dari desa. Hal ini diyakini akan mampu menekan tingkat kemiskinan ekstrem yang terjadi di pedesaan,” tambah Zabadi.

Peran Koperasi Desa Merah Putih

Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian desa dengan mengelola berbagai unit usaha, seperti:

  • Outlet sembako.
  • Outlet obat murah (apotek desa).
  • Kantor koperasi.
  • Unit usaha simpan pinjam koperasi.
  • Klinik desa.
  • Cold storage (penyimpanan dingin).
  • Distribusi logistik.

Strategi Pengembangan Kopdes Merah Putih

Zabadi menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk:

  1. Pemetaan koperasi dan potensi desa.
  2. Penyiapan modul perkoperasian.
  3. Sosialisasi dan pendampingan kelembagaan.

Tiga Skema Pembentukan Kopdes Merah Putih

Ada tiga skema model yang akan diterapkan dalam pembentukan 70.000 Kopdes Merah Putih:

  1. Membangun koperasi baru bagi desa yang belum memiliki koperasi.
  2. Mengembangkan koperasi yang sudah ada dengan memperkuat kelembagaan dan unit usaha koperasi aktif.
  3. Revitalisasi koperasi desa yang sudah tidak aktif.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Melalui Kopdes Merah Putih, para produsen seperti petani, peternak, nelayan, dan masyarakat sebagai konsumen dapat bersama-sama menjawab permasalahan ekonomi dan mengoptimalkan potensi yang ada di desa.

“Kopdes Merah Putih akan menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengurangi ketimpangan ekonomi,” ujar Zabadi.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh Bupati dan Wali Kota se-Jawa Timur ini, Zabadi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mewujudkan Kopdes Merah Putih yang efektif.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat mendukung penuh program ini agar tujuan penguatan ekonomi desa dapat tercapai,” tambahnya.

Dengan adanya Kopdes Merah Putih, diharapkan desa-desa di Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa, tetapi juga untuk mengurangi kemiskinan ekstrem dan menciptakan lapangan kerja di pedesaan.

“Kami yakin, dengan kerja sama semua pihak, Kopdes Merah Putih akan menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Zabadi.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disindir Prabowo Soal Praktik ‘Main Mata’ di Pajak dan Bea Cukai, Menkeu Purbaya Siap Bersih-Bersih Skuad
Rahasia Gizi Super Ikan Sidat: Omega 3 Tertinggi di Dunia Versi BRIN
Samsat Indramayu Luncurkan Kios-K, Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Antre
Ketika Bahlil Bicara Soal Mafia Tambang, Begini Katanya
Inovasi BRIN Terbaru: Tekstil Antibakteri dari Jeruk Nipis
Tok! Mulai 1 Januari 2026, Eksportir SDA Wajib Parkir Dolar di Bank Himbara Selama Setahun
Investor Asing Keluhkan Hambatan Investasi di RI, Menkeu Purbaya Janji Lakukan ‘Debottlenecking’
Tok! Dedi Mulyadi Tetapkan UMP Jabar 2026 Naik 0,7 Persen Menjadi Rp2,3 Juta

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:26 WIB

Disindir Prabowo Soal Praktik ‘Main Mata’ di Pajak dan Bea Cukai, Menkeu Purbaya Siap Bersih-Bersih Skuad

Minggu, 4 Januari 2026 - 18:00 WIB

Rahasia Gizi Super Ikan Sidat: Omega 3 Tertinggi di Dunia Versi BRIN

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:30 WIB

Samsat Indramayu Luncurkan Kios-K, Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Antre

Sabtu, 3 Januari 2026 - 12:00 WIB

Ketika Bahlil Bicara Soal Mafia Tambang, Begini Katanya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:20 WIB

Inovasi BRIN Terbaru: Tekstil Antibakteri dari Jeruk Nipis

Berita Terbaru